tvOnenews.com - Perkembangan bisnis kuliner tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi strategis, cita rasa makanan, atau kemampuan menarik pelanggan yang datang langsung ke tempat usaha.
Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan layanan digital, kehadiran sebuah produk di platform pemesanan online juga dapat menentukan seberapa luas pasar yang bisa dijangkau pelaku usaha.
Perubahan perilaku konsumen ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan.
Digitalisasi pun semakin penting, bukan sekadar untuk mempermudah transaksi, melainkan juga sebagai sarana pemasaran, memperkenalkan produk, dan menemukan calon pelanggan baru.
Digitalisasi Membuka Peluang Pasar Baru bagi UMKM Kuliner
Salah satu tantangan yang dihadapi UMKM kuliner adalah keterbatasan akses pemasaran. Produk yang memiliki kualitas baik belum tentu dikenal banyak orang apabila hanya mengandalkan pelanggan di sekitar lokasi usaha.
Melalui platform digital, hambatan tersebut berpeluang dikurangi karena pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.
- ist
Peluang inilah yang coba dikembangkan Bank Mandiri melalui Livin’ Food, fitur pemesanan makanan yang terintegrasi dalam aplikasi super app Livin’ by Mandiri.
Fitur tersebut memungkinkan nasabah menemukan berbagai pilihan merchant kuliner, mulai dari usaha UMKM hingga merek makanan yang sudah dikenal. Proses pemesanan dan pembayaran juga dapat diselesaikan langsung melalui satu aplikasi.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, mengatakan bahwa layanan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan mempertemukan pelaku usaha dan konsumen melalui ekosistem digital.
“Kami melihat digitalisasi sebagai sarana bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan mengembangkan usahanya. Melalui Livin’ Food, kami ingin memudahkan nasabah memesan makanan sekaligus membantu merchant memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen,” ujar Jan, Jumat (30/10).
Bagi merchant, salah satu potensi utama layanan ini adalah akses terhadap basis pengguna Livin’ by Mandiri yang telah mencapai lebih dari 42 juta orang. Jumlah tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan visibilitas produk tanpa hanya bergantung pada pemasaran konvensional.





Komentar (0)