Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang memastikan kesiapan distribusi beras melalui berbagai saluran pemasaran, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi mitra penyaluran di wilayah tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa mengatakan perusahaan tidak hanya menyalurkan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP), tetapi juga menyediakan produk komersial sesuai kebutuhan pasar.
"Ada KDKMP sekarang yang baru hits ini, kami juga mendapatkan order (permintaan) untuk supply (memasok) ke sana secara rutin seperti itu. Jadi tidak hanya beras CBP yang kami bisa layani, tapi secara premium komersial juga kami layani," kata Yudha di Semerang, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurut Yudha, fleksibilitas distribusi beras komersial dilakukan melalui sejumlah jaringan, mulai dari ritel modern, ritel binaan Bulog, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia menjelaskan permintaan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah kerja Bulog Semarang telah mencapai sekitar 533 ton untuk kebutuhan pasokan beras.
Yudha menyebutkan permintaan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pasar komersial Bulog dalam memperluas akses masyarakat terhadap beras berkualitas melalui jaringan distribusi baru.
"Kalau yang untuk dari KDKMP kemarin yang sudah masuk itu sekitar 533 ton untuk wilayah Semarang," ujarnya.
Selain melalui koperasi, Bulog Semarang juga tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha yang membutuhkan pasokan beras komersial.
Menurut dia, mekanisme distribusi beras komersial menyesuaikan permintaan pasar dengan mempertimbangkan kebutuhan ritel modern, ritel binaan, serta mitra strategis lainnya.
Baca juga: Bulog distribusi CBP pakai prinsip FIFO di Semarang, kualitas terjaga
Baca juga: Bulog Semarang sebut Tim Jemput Gabah percepat serapan demi stok CBP
Yudha menambahkan Bulog Semarang juga melayani permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) apabila terdapat kebutuhan pasokan beras sesuai mekanisme kerja sama.
"Kalau SPPG (permintaannya) beras premium. Jadi saat ini memang ada yang kami layani namun tidak banyak. Jadi hanya satu, dua karena mereka bebas mencari supplier dari manapun," katanya.
Ia memastikan Bulog Semarang terus memperkuat jaringan distribusi beras komersial agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan.
Adapun Bulog Semarang hingga akhir Oktober 2026 mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 81.600 ton.
Cadangan beras pemerintah tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan masyarakat, stabilisasi pasokan dan harga pangan, hingga kebutuhan penanganan kondisi tertentu.
Ketahanan stok Bulog Semarang saat ini mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat hingga lima bulan ke depan sebelum memasuki masa panen berikutnya di tahun 2027.
Termasuk aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Baca juga: Pengamat apresiasi langkah pemerintah terkait dugaan oplos beras SPHP
Baca juga: Bulog bentuk satgas khusus perketat pengawasan penyaluran beras SPHP
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa mengatakan perusahaan tidak hanya menyalurkan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP), tetapi juga menyediakan produk komersial sesuai kebutuhan pasar.
"Ada KDKMP sekarang yang baru hits ini, kami juga mendapatkan order (permintaan) untuk supply (memasok) ke sana secara rutin seperti itu. Jadi tidak hanya beras CBP yang kami bisa layani, tapi secara premium komersial juga kami layani," kata Yudha di Semerang, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurut Yudha, fleksibilitas distribusi beras komersial dilakukan melalui sejumlah jaringan, mulai dari ritel modern, ritel binaan Bulog, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia menjelaskan permintaan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah kerja Bulog Semarang telah mencapai sekitar 533 ton untuk kebutuhan pasokan beras.
Yudha menyebutkan permintaan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pasar komersial Bulog dalam memperluas akses masyarakat terhadap beras berkualitas melalui jaringan distribusi baru.
"Kalau yang untuk dari KDKMP kemarin yang sudah masuk itu sekitar 533 ton untuk wilayah Semarang," ujarnya.
Selain melalui koperasi, Bulog Semarang juga tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha yang membutuhkan pasokan beras komersial.
Menurut dia, mekanisme distribusi beras komersial menyesuaikan permintaan pasar dengan mempertimbangkan kebutuhan ritel modern, ritel binaan, serta mitra strategis lainnya.
Baca juga: Bulog distribusi CBP pakai prinsip FIFO di Semarang, kualitas terjaga
Baca juga: Bulog Semarang sebut Tim Jemput Gabah percepat serapan demi stok CBP
Yudha menambahkan Bulog Semarang juga melayani permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) apabila terdapat kebutuhan pasokan beras sesuai mekanisme kerja sama.
"Kalau SPPG (permintaannya) beras premium. Jadi saat ini memang ada yang kami layani namun tidak banyak. Jadi hanya satu, dua karena mereka bebas mencari supplier dari manapun," katanya.
Ia memastikan Bulog Semarang terus memperkuat jaringan distribusi beras komersial agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan.
Adapun Bulog Semarang hingga akhir Oktober 2026 mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 81.600 ton.
Cadangan beras pemerintah tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan masyarakat, stabilisasi pasokan dan harga pangan, hingga kebutuhan penanganan kondisi tertentu.
Ketahanan stok Bulog Semarang saat ini mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat hingga lima bulan ke depan sebelum memasuki masa panen berikutnya di tahun 2027.
Termasuk aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Baca juga: Pengamat apresiasi langkah pemerintah terkait dugaan oplos beras SPHP
Baca juga: Bulog bentuk satgas khusus perketat pengawasan penyaluran beras SPHP






Komentar (0)