Penjualan Residensial Tertekan, Laba BSDE Turun 38 Persen Jadi Rp844 Miliar

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Perolehan tersebut merosot 38 persen dibandingkan Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan Residensial Tertekan, Laba BSDE Turun 38 Persen Jadi Rp844 Miliar (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan laba bersih Rp844,6 miliar hingga kuartal III-2026. Perolehan tersebut merosot 38 persen dibandingkan Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba sejalan dengan melemahnya pendapatan perseroan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pengembang kawasan BSD City ini mencatatkan pendapatan usaha Rp7,5 triliun, turun 14 persen dibandingkan Rp8,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:
BSDE Raup Pendapatan Rp4,75 Triliun di Semester I–2026

Berdasarkan laporan kuangan yang dipublikasikan, Jumat (30/10/2026) laba kotor BSDE terkoreksi 9 persen menjadi Rp5,03 triliun. Sementara itu, laba usaha turun 20 persen menjadi Rp1,71 triliun.

Berdasarkan segmen bisnis, pengembangan properti atau development revenues yang mencakup residensial, penjualan tanah, dan komersial menyumbang sekitar 80 persen terhadap total pendapatan perseroan. Adapun sekitar 20 persen sisanya berasal dari segmen pendapatan berulang atau recurring revenues.

Baca Juga:
BSDE Jual Lahan 16,6 Ha untuk Pengembangan Ekosistem Bisnis di KEK ETKI Banten

Segmen residensial menjadi salah satu faktor yang membayangi kinerja pendapatan BSDE. Hingga September 2026, pendapatan dari segmen tersebut tercatat Rp2,36 triliun, turun 30 persen dibandingkan Rp3,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, segmen komersial masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan tumbuh 21 persen menjadi Rp2,73 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Baca Juga:
BSDE Raup Marketing Sales Rp7,53 Triliun hingga September, Tumbuh 6 Persen

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan pengakuan penjualan rumah toko (ruko) yang mencapai Rp2,28 triliun, naik 37 persen dibandingkan Rp1,67 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Segmen pendapatan berulang juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen menjadi Rp1,53 triliun dari Rp1,29 triliun pada periode sebelumnya.

Dari segmen ini, pendapatan sewa mencapai Rp909 miliar atau meningkat 19 persen secara tahunan. Pendapatan sewa ruang perkantoran tumbuh 15 persen menjadi Rp467 miliar, sedangkan pendapatan sewa mal dan lainnya naik 22 persen menjadi Rp442 miliar.

Selain itu, pendapatan dari layanan operasional jalan tol meningkat 20 persen menjadi Rp90 miliar yang didukung oleh peningkatan volume lalu lintas di Jalan Tol Serpong-Balaraja serta pengoperasian tambahan ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1B.

Meski pendapatan secara tahunan masih terkontraksi, kinerja BSDE menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Pada kuartal III-2026, pendapatan usaha mencapai Rp2,79 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan Rp2,38 triliun pada kuartal II-2026.

Dari sisi profitabilitas, BSDE mencatatkan marjin laba kotor sebesar 67 persen pada kuartal III-2026, meningkat dibandingkan 63 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, marjin laba usaha tercatat 23 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan 24 persen pada kuartal III-2025.

Perseroan juga melakukan pengendalian sejumlah beban operasional. Beban umum dan administrasi berhasil ditekan 7 persen secara tahunan, terutama berkat penurunan beban teknologi informasi. Beban pajak final juga turun 20 persen, meskipun beban penjualan meningkat 7 persen.

Per 30 September 2026, total aset BSDE tercatat Rp81,45 triliun, liabilitas mencapai Rp28,18 triliun dengan total ekuitas tercatat Rp53,26 triliun.

Untuk mendukung pengembangan bisnis, BSDE telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp4,70 triliun hingga kuartal III-2026.

Sebagian besar belanja modal dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp3,43 triliun. Selain itu, perseroan mengalokasikan Rp767 miliar untuk pembangunan infrastruktur, Rp259 miliar untuk properti investasi, serta Rp244 miliar untuk konsesi jalan tol.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Vivo Y95 vs Oppo A7: Kamera Depan 20 MP Lawan Baterai 4.230 mAh, HP Mana Lebih Menguntungkan?
• 9 jam lalu
0
thumb
BNPB Imbau Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah, Mulai Banjir hingga Tanah Longsor
• 5 jam lalu
0
thumb
Modal Rp20 Ribu, Pemuda Bandung Sukses Sulap Minyak Jelantah jadi Sumber Cuan
• 22 jam lalu
0
thumb
Tanpa Igor Tolic di Pinggir Lapangan, Persib Siap Tempur Jamu Isenmulang di Si Jalak Harupat
• 38 menit lalu
0
thumb
Motor Mogok Imbas Hujan, Warga di Ciputat Minta Bantuan Polisi Via 110
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.