Modal Rp20 Ribu, Pemuda Bandung Sukses Sulap Minyak Jelantah jadi Sumber Cuan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Pemuda asal Kota Bandung, Yuda Maulana, sukses mengubah limbah minyak goreng atau jelantah menjadi sumber penghasilan. Bermodal awal jeriken seharga Rp20 ribu, Yuda merintis usaha pengumpulan minyak jelantah untuk disalurkan sebagai bahan baku energi terbarukan.

Usaha yang dirintis sejak pertengahan September 2026 ini berawal dari pengalamannya meliput isu energi hijau. Yuda menyadari bahwa minyak jelantah memiliki potensi ganda: sebagai bahan baku biodiesel atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Saya melihat ada kebutuhan masyarakat yang belum terjawab. Mereka punya jelantah, tetapi bingung harus dikemanakan," ujar Yuda kepada Metrotvnews.com, Jumat, 30 Oktober 2026.

Baca Juga :

Uji Coba B50, Kementerian ESDM Sebut Hasilnya Terbukti Berkualitas
Yuda memulai usahanya dengan membeli satu jeriken berkapasitas 20 liter. Ia kemudian membeli jelantah dari rekan-rekannya yang memiliki usaha kuliner dengan transaksi awal sebesar Rp150 ribu. Hasil dari perputaran pertama itu ia gunakan kembali untuk menambah jeriken dan stok minyak.

Dalam operasionalnya, Yuda dibantu sang istri yang bertugas memasarkan jasa via media sosial. Sementara itu, Yuda turun langsung ke lapangan mengendarai sepeda motor untuk menjemput minyak dari rumah warga, pedagang gorengan, UMKM, hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia rutin membawa tas besar berisi empat jeriken, timbangan, corong, dan saringan.

Tantangan di lapangan kerap muncul saat Yuda menerima minyak yang tercampur air atau sudah membeku, sehingga membutuhkan waktu penyaringan lebih lama. Meski demikian, bisnis ini terus berkembang.

Minyak jelantah. (Metrotvnews.com/Roni K)

Yuda menerapkan sistem pembelian bertingkat untuk memotivasi warga. Harga dipatok mulai Rp5.500 per kilogram untuk berat di bawah 10 kilogram (sekitar 11 liter), dan akan semakin tinggi jika volume yang disetorkan lebih besar.

Dalam waktu sekitar dua bulan, Yuda mampu mengumpulkan ratusan kilogram minyak jelantah setiap pekannya, yang kemudian disalurkan ke vendor industri pengolahan biodiesel.

"Alhamdulillah omzetnya sudah jutaan sejauh ini. Semoga Allah mudahkan untuk mengembangkan usaha produk yang berkaitan dengan jelantah dan bisa membuka lapangan pekerjaan," pungkas Yuda.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
3 Rekomendasi Kuliner yang Wajib Dikunjungi di Eastvara BSD
• 2 jam lalu
0
thumb
Hari Oeang RI Momentum Jaga Kedaulatan Ekonomi
• 8 jam lalu
0
thumb
Bima Arya Luruskan Insentif Rp 1 T bagi Pemda, Tak Cuma untuk Penilaian MBG
• 3 menit lalu
0
thumb
Eksepsi Febrie Ditolak, Pakar Minta JPU Buktikan Dugaan Pemerasan dan TPPU
• 20 jam lalu
0
thumb
Dari Makassar ke Jakarta, Legislator Perindo Yulius Bantu Perjuangan Pengobatan Shofwan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.