Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia (67,62 persen) akan mengalami curah hujan kategori menengah, sekitar 50-100 mm per dasarian, pada 1-10 November 2026. Akan tetapi, dinamika atmosfer lain diperkirakan ikut memengaruhi cuaca di wilayah barat, selatan, dan timur Indonesia.
Sementara itu, curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 mm per dasarian, diprediksi terjadi di 30,57% wilayah Indonesia. Adapun curah hujan kategori tinggi, sekitar 150–300 mm per dasarian, diperkirakan hanya mencakup 1,81% wilayah.
Meskipun rata-rata curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, BMKG mengamati sejumlah dinamika atmosfer yang berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif. Sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia, sedangkan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di wilayah timur.
“Fenomena-fenomena ini mendorong pertumbuhan awan hujan, terutama pada area dengan konvergensi massa udara dan labilitas atmosfer yang signifikan,” tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip pada Sabtu (24/10).
Dinamika pola angin regional juga berpotensi terpengaruh kemunculan bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman dan sirkulasi siklonik di Laut Natuna. Keduanya dapat memicu pembentukan awan konvektif pemicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai kilat dan angin kencang.
“Meskipun akumulasi dasarian tergolong sedang, probabilitas presipitasi (peluang curah hujan) ekstrem harian tetap memerlukan antisipasi mitigasi bencana hidrometeorologi,” demikian dikutip.
Potensi Hujan Sepekan ke DepanMenurut prakiraan BMKG, kondisi hujan dengan intensitas ringan mendominasi kondisi cuaca di Indonesia pada periode 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Namun, peningkatan intensitas hujan menjadi sedang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. Mulai dari Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, hingga Papua Selatan.
Adapun warga di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Warga Aceh dan Sumatra Utara juga perlu sekaligus mewaspadai potensi angin kencang.
Pada periode 2-5 November mendatang, kondisi cuaca juga masih didominasi hujan dengan intensitas ringan. Walaupun begitu, peningkatan intensitas curah hujan menjadi sedang juga perlu diwaspadai warga Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Dalam periode tersebut, potensi hujan lebat-sangat lebat ditambah angin kencang perlu diwaspadai di Sumatra Barat. Adapun potensi angin kencang juga diproyeksikan melanda Banten.





Komentar (0)