2 Pekan Sembunyi di Padepokan, Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Ganti Nama jadi Amanullah

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, VIVA - Nama 'Amanullah' ternyata menjadi identitas baru yang dipakai Dwi Bagus Martono (40) selama bersembunyi usai diduga membunuh dan memutilasi istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), serta anak tirinya, AGF (4).

Dwi Bagus memilih nama tersebut ketika melarikan diri ke sebuah padepokan milik tokoh agama atau gus di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ia diduga berharap identitas samaran itu bisa membuat keberadaannya tidak terendus polisi.

Baca Juga :
Di Balik Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun, Ada Fakta Mengejutkan soal Istri Sah Dwi Bagus
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Viral Video Penculikan Anak di Banyumas

Fakta tersebut diungkap Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Aipda Sigit Dwi Susanto alias Hellboy. Dia memastikan nama yang digunakan tersangka adalah Amanullah, bukan Aminullah.

"Dia ganti nama Amanullah," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (31/10/26).

Menurut Sigit, Dwi Bagus memiliki alasan tersendiri memilih nama tersebut. Tersangka menganggap Amanullah memiliki makna aman karena Allah dan berharap nama itu bisa melindunginya dari pencarian polisi.

"Menurut dia namanya berarti aman karena Allah," kata dia.

Di padepokan itu, Dwi Bagus menghabiskan waktu hampir dua pekan lebih. Selama bersembunyi, dia disebut berusaha menenangkan diri.

Namun, persembunyian tersebut akhirnya terbongkar. Polisi lebih dulu mengamankan istri sah Dwi Bagus, MIA (34), di sebuah tempat di Surabaya.

Dari informasi yang diberikan MIA mengenai jejaring pertemanan suaminya, penyidik kemudian berhasil melacak lokasi tersangka. Polisi bergerak ke padepokan tersebut pada Minggu (25/10/26).

Untuk diketahui, dua hari. Waktu itu dihabiskan Dwi Bagus Martono alias Bagus (40) untuk menjalankan pembunuhan terhadap istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, AGF (4), sekaligus berupaya menghilangkan jejak kejahatannya.

Polisi mengungkap, hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan tersangka memiliki tingkat kecerdasan atau IQ di atas rata-rata.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Roy H M Sihombing mengatakan, hasil pemeriksaan psikologis Bagus telah diterima penyidik.

Selain memiliki kecerdasan tinggi, tersangka juga menunjukkan kecenderungan karakter superior atau merasa lebih berkuasa dibandingkan orang lain.

"Memang dia mempunyai kelebihan ya, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," tuturnya, dikutip Rabu (28/10/26).

Baca Juga :
Bergaji Rp9 Juta Sehari, Dwi Bagus yang Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Punya Keahlian Langka
Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Bacakan Teks Sumpah Pemuda
Bunuh Istri Siri dan Anak Lalu Mayatnya Dibakar dan Digiling, Dwi Bagus Ternyata Terinspirasi Film

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Inflasi Inti Jepang Sentuh Target BOJ, Bagaimana Arah Suku Bunganya?
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemprov Sumut-Jabar Perkuat Kolaborasi, Wagub Surya Tekankan Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Korupsi, Penyelewengan, Penyalahgunaan Wewenang, Jadi Awal Kehancuran Bangsa
• 10 jam lalu
0
thumb
8 Warga SAD Pelaku Penyerangan Mapolres Merangin Ditangkap, Ditahan di Polda Jambi
• 22 jam lalu
0
thumb
6 Arti Mimpi Kuliah, Melambangkan Semangat Menuntut Ilmu hingga Isyarat Menuai Hasil dari Kerja Keras
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.