Korea Makin Panas, Korut Murka Latihan Jet Tempur Siluman AS-Korsel

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat setelah Korea Utara mengecam latihan pertahanan udara gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) yang melibatkan jet tempur siluman F-35. Di tengah latihan tersebut, Seoul juga memperingatkan Pyongyang akan merespons tegas setiap pelanggaran perbatasan.

Kementerian Pertahanan Korea Utara menilai latihan bertajuk Freedom Flag itu memperburuk situasi keamanan di kawasan. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah KCNA pada Jumat (30/10/2026), juru bicara kementerian memperingatkan Pyongyang akan mempertahankan kemampuan militernya untuk menghadapi ancaman dari Washington dan sekutunya.

"Tidak ada batasan bagi pilihan DPRK untuk mempertahankan postur pencegahan yang kuat, yang mampu menghadapi secara efektif segala ancaman yang ditimbulkan oleh langkah-langkah militer AS beserta kekuatan pendukungnya," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara, seperti dikutip Reuters.


Pilihan Redaksi
  • Hujan Deras Picu Banjir, Daratan Jadi "Laut" karena Sungai Meluap
  • Pemerintah 5 Negara Minta Warga Siaga Darurat, Stok Makanan-Air
  • Dewan Bisnis Amerika Tiba-Tiba Beri Rekomendasi Ekonomi RI, Ada Apa?

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, latihan gabungan tersebut dimulai pada Senin di Pangkalan Udara Kunsan dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 November. Latihan ini melibatkan jet tempur siluman F-35A milik Korea Selatan dan F-35B milik Korps Marinir AS, yang memiliki kemampuan tempur canggih.

Ketegangan militer itu berlangsung bersamaan dengan perselisihan di perbatasan kedua negara. Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan Wi Sung-lac pada Jumat menegaskan Seoul akan bertindak tegas untuk melindungi perbatasan militernya, meskipun Pyongyang menyatakan aktivitasnya hanya dilakukan di wilayah Korea Utara.

Perselisihan meningkat setelah ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) bulan lalu melukai sejumlah tentara Korea Selatan yang sedang menjalankan misi pengintaian. Seoul menuding ranjau tersebut berasal dari Korea Utara, sementara Komando PBB yang mengawasi DMZ menyatakan keberadaan ranjau Korea Utara di seberang garis demarkasi melanggar perjanjian gencatan senjata. Pyongyang membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Situasi semakin sensitif setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyatakan pada 21 Oktober bahwa Pyongyang akan mengaktifkan pengeras suara propaganda anti-Korea Selatan di sepanjang perbatasan sebelum akhir Oktober. Namun, badan intelijen Korea Selatan menyebut hingga Kamis siaran tersebut belum dimulai.

Kedua Korea sebelumnya menggunakan pengeras suara sebagai bagian dari perang psikologis di perbatasan. Kecaman Pyongyang terhadap latihan jet tempur AS-Korea Selatan, ditambah sengketa ranjau dan ancaman mengaktifkan kembali propaganda, menambah ketegangan di Semenanjung Korea di tengah meningkatnya saling curiga atas aktivitas militer masing-masing pihak.


(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:
Indonesia Lolos di Final FIFA ASEAN CUP - Trump Kasih Sinyal ke Korut

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geger Pangkalan Militer AS Diam-Diam Diserang, Pasokan Pangan Rusak
• 19 jam lalu
0
thumb
Pakai Pembalut Aja Kena Pajak, Pengamat Minta PPN 11 Persen Dihapus
• 9 jam lalu
0
thumb
Momen Kepala BGN Sudaryono Berbahasa Jepang Bahas Inovasi MBG, Disambut Tepuk Tangan
• 15 jam lalu
0
thumb
Mengapa Pemprov Jakarta Harus Menebus Ribuan Ijazah Warga?
• 15 jam lalu
0
thumb
AS Siap Gempur Iran?! Baghdad Diguncang Ledakan, Iran Dilanda Baku Tembak, Timur Tengah Memanas!
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.