Private Placement, MBMA Terbitkan 10,79 Miliar Saham Baru untuk Ekspansi Bisnis Baterai EV

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana menerbitkan maksimal 10,79 miliar saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMTHMETD II) atau private placement. Aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Desember 2026.

Dalam keterbukaan informasinya, MBMA menyebutkan rencana PMTHMETD II ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung strategi bisnis jangka panjang perseroan.

Melalui aksi korporasi tersebut, perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.799.541.990 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Penerbitan saham tersebut akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar dan POJK Nomor 14/POJK.04/2019.

Presiden Direktur MBMA Teddy Nuryanto Oetomo mengatakan penambahan modal tersebut diharapkan dapat memperkuat kondisi keuangan perusahaan dan memberikan fleksibilitas dalam menjalankan strategi bisnis.

"Rencana PMTHMETD II ini dilakukan sebagai penguatan struktur permodalan, menjaga fleksibilitas, mendukung strategi bisnis jangka panjang sesuai dengan mekanisme yang berlaku," ujar Teddy.

Dia menambahkan, pelaksanaan PMTHMETD II diharapkan berdampak positif terhadap ketahanan finansial dan ekuitas MBMA melalui tambahan modal disetor hingga setinggi-tingginya 10%.

Rencana penerbitan saham baru ini bukan kali pertama dilakukan MBMA. Pada 2024, perseroan telah melaksanakan PMTHMETD I untuk memperkuat permodalan dan membiayai sejumlah ekspansi strategis, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan nikel berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Feed Preparation Plant (FPP).

Kedua fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 55.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun. MHP merupakan produk antara yang digunakan dalam rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik.

Melalui penguatan permodalan terbaru, MBMA berupaya memperkuat posisinya dalam rantai pasok global industri baterai sekaligus mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat produksi bahan baku kendaraan listrik.

Di sisi lain, rencana aksi korporasi tersebut berlangsung ketika MBMA mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada semester I/2026.

Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau net profit after tax attributable to owners of the parent (NPATMI) sebesar US$54 juta. Angka tersebut melonjak sekitar 830% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan US$6 juta pada semester I/2025.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh kenaikan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel.

Meski demikian, investor perlu mencermati konsekuensi penerbitan saham baru terhadap kepemilikan saham. PMTHMETD merupakan mekanisme penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham lama sehingga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan apabila pemegang saham tidak memperoleh tambahan saham melalui mekanisme tersebut.

Persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 8 Desember 2026 akan menjadi salah satu tahapan penting bagi kelanjutan rencana penguatan permodalan MBMA.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi
• 15 jam lalu
0
thumb
34 Persen Manajer Keuangan di Indonesia Sudah Gunakan AI Agent
• 15 jam lalu
0
thumb
George Russell Menegaskan Musim Sulit Tidak Akan Merusak Karirnya
• 19 menit lalu
0
thumb
Kemendagri Dorong Transformasi Penilaian Kinerja ASN dalam Kebijakan TPP
• 9 jam lalu
0
thumb
Kesaksian Ade Darmawan Dipersoalkan Dr. Tifa, Apa yang Diperdebatkan di Persidangan?
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.