Kemensos Perketat Data Bansos, Penerima akan Dicek dengan Pengenalan Wajah

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan teknologi pengenalan wajah atau face recognition untuk memperketat pendataan penerima bantuan sosial (bansos). Teknologi biometrik tersebut akan melengkapi data nama dan alamat penerima.

Dengan begitu, identitas warga dapat dicocokkan dengan wajahnya untuk mencegah bantuan diterima orang lain yang menggunakan identitas penerima sebenarnya.

Advertisement

BACA JUGA: Mensos Ungkap Masalah Data Bansos, Ada Penerima Punya Tabungan Rp 100 Juta

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, selama ini pendataan bansos masih mengandalkan sistem by name by address. Namun, data identitas dan alamat yang tercatat belum menjamin bantuan diterima langsung oleh orang yang berhak.

“Selama ini hanya by name, by address. Tapi yang menerima bisa tetangganya, bisa anaknya, bisa cucunya, bisa siapa pun. By name, by address-nya benar, tapi yang menerima bisa orang lain,” kata Gus Ipul saat memaparkan materi dalam Kongres Nasional (KONAS) XVI dan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) XII Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Melalui sistem Perlinsos Digital, data penerima bansos akan dilengkapi identifikasi biometrik. Dengan demikian, identitas warga dapat diverifikasi melalui pengenalan wajah.

“Dengan sistem Perlinsos Digital ini ditambah lagi dengan biometrik, face recognition, sehingga ada wajahnya. Nanti akan lebih akurat dibanding data-data sebelumnya,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, Perlinsos Digital juga mengintegrasikan data masyarakat dari sejumlah kementerian dan lembaga.

Data tersebut antara lain mencakup kepemilikan sertifikat tanah dari ATR/BPN, kendaraan bermotor dari Samsat, pelanggan PLN, serta data kependudukan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Data yang terkumpul kemudian diolah sistem untuk menentukan kelayakan seseorang sebagai penerima bansos, termasuk alasan di balik keputusan tersebut.

“Ketika data masuk dari masyarakat akan diolah oleh sistem, sistem yang akan menyatakan seseorang itu layak atau tidak layak mendapatkan bansos dengan alasannya,” jelasnya.

Sistem tersebut telah diuji coba di sejumlah wilayah, salah satunya Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Joan Mir dan Luca Marini Siap Balapan di GP Malaysia Usai Lulus Tes Medis
• 23 jam lalu
0
thumb
Video: Kolaborasi K/L Pangkas Impor Pangan -Ajak Anak Muda Jadi Petani
• 10 jam lalu
0
thumb
Perbedaan Survei IPO dan Celios Terkait Kinerja Bahlil, Dedi Kasih Penjelasan Begini
• 3 jam lalu
0
thumb
Laba Bank Danamon (BDMN) Tumbuh 19% Jadi Rp 3,5 Triliun hingga September 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Cara Menaklukkan Rasa Takut
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.