Cuaca Ekstrem Terjang Tapin Kalsel, 28 KK Terdampak

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Senin, 26 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan sebagian atap rumah warga rusak dan berdampak pada 28 KK.

Wilayah terdampak meliputi Desa Salam Babaris di Kecamatan Salam Babaris, Desa Tandui, Suato Tatakan, dan Rumintin serta Kelurahan Tambarangan di Kecamatan Tapin Selatan, dan Desa Mandurian di Kecamatan Bungur.

"Penanganan dilakukan hingga Kamis, 29 Oktober 2026, oleh BPBD Kabupaten Tapin bersama Satpol PP dan pemadam kebakaran setempat. Upaya yang dilakukan mencakup pendataan, pembersihan pohon tumbang, serta koordinasi dengan pihak terkait," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Oktober 2026.

Baca Juga :

Angin Kencang Terjang Jombang Jatim, 8 Desa Terdampak
Berton mengingatkan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem, masyarakat diimbau membersihkan saluran air dan drainase secara gotong royong agar aliran air tetap lancar. Susur sungai hendaknya dilakukan dengan supervisi petugas BPBD dan mengutamakan keselamatan.

Masyarakat juga perlu mengenali jalur evakuasi serta lokasi tujuan yang aman, dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk minimal tiga hari. Pengecekan infrastruktur bendungan harus dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilakukan oleh petugas yang kompeten.

Ilustrasi. (Foto: BNPB)

Saat menghadapi potensi angin puting beliung atau angin kencang, masyarakat diimbau memeriksa dan memperkuat atap rumah agar tidak mudah terlepas. Ranting pohon yang rapuh atau berada dekat rumah dan ruang publik perlu dipangkas dengan aman, terutama oleh petugas atau tenaga yang memiliki peralatan memadai.

"Ketika angin kencang terjadi, hindari berlindung di dekat papan reklame, pohon besar, tiang, maupun benda lain yang berisiko roboh atau tertiup angin. Carilah perlindungan di dalam bangunan yang kokoh," pesan dia.

Kemudian untuk masyarakat di wilayah rawan longsor, diimbau segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan lebat berlangsung lama, khususnya jika terjadi di kawasan hulu atau lereng. Kenali tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan pada tanah atau lantai, perubahan kemiringan pohon dan tiang, serta munculnya rembesan air yang tidak biasa.

"Warga juga perlu memantau informasi cuaca dan kondisi lingkungan melalui kanal resmi, serta segera melaporkan tanda bahaya kepada aparat setempat atau petugas BPBD," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Isi Obrolan Istri Sah dan Dwi saat Prarekonstruksi Kasus Mutilasi di Madiun
• 7 jam lalu
0
thumb
Gibran Respons Denny Indrayana cs Cabut Gugatan: Kami Siap Buka-Bukaan, tapi Penggugat Malah Mundur
• 5 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Serangan Baru AS ke Iran
• 8 jam lalu
0
thumb
Inter dan AC Milan Perkenalkan Desain Stadion Baru
• 11 jam lalu
0
thumb
Gelagapan Ditanya Kampus, Pria Berjas Almamater Undira Ngaku Dibayar di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.