Komunitas penyintas kanker payudara Love Pink Surabaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap deteksi dini kanker payudara melalui gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) di momen Pink Oktober.
Asih Suprapti Ketua Korwil Love Pink Surabaya mengatakan kanker payudara merupakan satu-satunya kanker yang bisa dideteksi secara mandiri oleh penderitanya. Pemeriksaan dapat dilakukan rutin setiap bulan pada pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah menstruasi. Bagi perempuan menopause dan laki-laki juga dianjurkan memilih satu tanggal tetap setiap bulan untuk melakukan SADARI.
“Love Pink ini adalah komunitas penyintas kanker payudara yang didirikan tahun 2014 oleh Ibu Madelina Mutia dan Ibu Shanti Persada dengan nama Yayasan Daya Dara Indonesia. Kami setiap tahun menggaungkan pentingnya SADARI,” kata Asih saat On Air di Radio Suara Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Pada bulan Oktober ini, Love Pink akan menggelar kampanye deteksi dini di 12 kota besar di Indonesia. Di kawasan GBK Jakarta sudah dihiasi lampu warna pink disertai vidio campaign pentingnya SADARI.
Sementara di Surabaya, ikon kota seperti Patung Sura-Baya, lampu Hotel Majapahit, dan monumen Bambu Runcing juga diterangi lampu pink. Di Jember, video edukasi diputar di videotron alun-alun.
Selain kampanye visual, Love Pink Surabaya juga menggelar USG payudara gratis bagi perempuan dengan keterbatasan finansial. Tahun ini, sebanyak 350 perempuan berhasil difasilitasi. Adanya kegiatan ini didukung Rumah Sakit Mayapada dan RS Mitra Keluarga Waru serta didanai dari donasi hasil edukasi atau Pink Talk di perusahaan dan komunitas.
“Kami adalah yayasan nirlaba independen, jadi kami rajin melakukan pink talk atau edukasi. Dananya untuk USG gratis,” ujarnya.
Asih memaparkan bahwa yang menjadi tantangan terbesar yakni rasa takut masyarakat untuk memeriksakan diri, meskipun gratis. Banyak peserta yang awalnya merasa sehat dan tidak memiliki keluhan, namun setelah USG dicurigai ada keganasan sehingga tidak percaya.
“Di situlah tugas Love Pink tidak hanya mengajak USG, tapi juga memberikan support moral dan pendampingan untuk mau berani melakukan pengobatan selanjutnya,” jelasnya.
Ia menghimbau bahwa gejala awal kanker payudara tidak hanya berupa benjolan. Perubahan yang perlu diwaspadai antara lain kulit payudara mengkerut seperti kulit jeruk, pori-pori membesar hingga puting mengeluarkan cairan di luar masa menyusui.
“Benar, tidak semua benjolan itu kanker, sebagian besar bukan. Tapi sekecil apapun perubahan yang tidak semestinya di payudara, sudah seharusnya diperiksakan secara medis,” tegasnya.
Asih menambahkan gerakan SADARI perlu dijadikan gaya hidup bersama, tidak hanya perempuan, karena laki-laki juga beresiko terkena kanker payudara.
Dengan adanya kampanye Pink Oktober yang diperingati setiap Oktober, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala awal dan melakukan pemeriksaan rutin semakin meningkat.(fia/wld/ipg)





Komentar (0)