Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan marketplace khusus untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform bernama Loka MBG ini ditujukan untuk mempertemukan dapur MBG dengan produsen, termasuk petani dan peternak, sehingga penyerapan hasil produksi bisa dilakukan lebih langsung.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, marketplace tersebut akan melibatkan asosiasi dan koperasi petani maupun peternak. Dengan begitu, kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG diharapkan dapat diserap langsung dari produsen.
"Kami ingin membangun marketplace-nya MBG. Nah kami namakan Loka MBG. Siapa yang masuk ke dalam marketplace ini adalah asosiasi dan koperasi peternak dan petaninya. Jadi asosiasinya langsung, dan dijual dengan harga acuan pemerintah (HAP)," kata Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0, dikutip Jumat (30/10/2026).
Ada sejumlah komoditas yang menjadi sasaran pengadaan melalui platform tersebut, mulai dari beras, minyak, daging ayam, daging sapi, daging kerbau, telur, ikan, hingga susu.
"Beras, tidak boleh Beraskita, minyak, tidak boleh Minyakita, kemudian daging ayam, daging sapi, daging kerbau, kemudian telur, ikan, dan susu," ungkapnya.
Melalui mekanisme ini, BGN juga ingin menjaga keseimbangan harga. Ketika harga di pasar sedang tinggi, pengadaan dapat dilakukan dengan harga lebih rendah. Sebaliknya, saat harga di tingkat produsen turun, pembelian diharapkan bisa dilakukan dengan harga lebih baik agar petani dan peternak tetap terlindungi.
"Kalau harganya murah dia harus beli di harga yang lebih tinggi, sehingga MBG ini menjadi emerging market yang kemudian bisa mendistorsi inflasi, mendistorsi harga dan pasokan pangan di rakyat. Sehingga kita betul-betul bisa melindungi konsumen, dan kita ikut berperan untuk mendukung produsen, peternak, dan petani," pungkas dia.
(dce)





Komentar (0)