JAKARTA — Lintasan sepatu roda di kawasan Ciater Permai telah terbentuk, tetapi pekerjaan di sekelilingnya belum seluruhnya usai. Di tempat lain, arena yang disiapkan untuk pertandingan sudah lama berdiri dan digunakan. Perbedaan kondisi itu terlihat dalam rangkaian peninjauan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan ke sejumlah venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten, Selasa (27/10/2026).
Pilar, yang juga menjabat Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII, mengunjungi empat lokasi: Ciater Permai, kompleks Kodiklat dengan Stadion Trimarta dan dojo, Serpong City Paradise, serta Stadion Kera Sakti di kawasan Setu. Agenda tersebut berlangsung ketika penyelenggaraan Porprov tinggal menghitung hari. Peluit pertama di sejumlah cabang olahraga bahkan direncanakan berbunyi sebelum upacara pembukaan.
- Bupati Aep Tata Flyover Kawasan Cikampek dengan RTH dan Mural
- DEN Siapkan Uji Coba Subsidi Listrik Lewat Transfer Langsung
- RUU Hak Cipta Perlu Lindungi Hak Ekonomi Karya Jurnalistik
“Jadi kita melihat kesiapan venue dari cabang olahraga yang akan segera dipertandingkan. Dan insya Allah dalam waktu dekat semua venue sudah siap,” ujar Pilar dalam wawancara di Stadion Kera Sakti.
Kunjungan itu menandai pergeseran pekerjaan panitia. Jika pada bulan-bulan sebelumnya persoalan besarnya ialah memetakan pilihan arena, kini yang dituntut adalah memastikan setiap lokasi siap dipakai. Penyelesaian pekerjaan fisik harus diikuti pengujian fasilitas, kesiapan perangkat pertandingan, dan koordinasi petugas di lapangan. .rec-desc {padding: 7px !important;} Empat Arena dengan Kondisi BerbedaPilar mengakui masih terdapat lokasi yang berada dalam tahap penyelesaian pembangunan atau penataan fasilitas. Di Ciater Permai, Kecamatan Serpong, arena sepatu roda menjadi salah satu tempat yang masih menyisakan pekerjaan fisik. Lintasan berbentuk oval sudah terlihat, tetapi pagar pembatas dan penataan area sekelilingnya masih dikerjakan.
Pilar menyebut progres pembangunan arena sepatu roda sekitar 80 persen. Dalam keterangan kepada wartawan saat mengunjungi Ciater Permai, ia mengatakan pemasangan pagar dan pengecatan masih harus dituntaskan. Angka tersebut merupakan kemajuan pekerjaan di arena sepatu roda, bukan ukuran tunggal kesiapan seluruh tempat pertandingan.
“Progres 80 persen, jadi nanti pada saat hari H semuanya sudah siap standar digunakan untuk pertandingan,” kata Pilar dalam wawancara selepas peninjauan.
Gambaran lain terlihat di kompleks Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, Serpong. Stadion Trimarta dan dojo di kawasan tersebut disiapkan untuk drum band serta kempo. Berbeda dari lintasan sepatu roda, fasilitas ini telah lama berdiri. Kepada wartawan yang mengikuti kunjungan, Pilar menyampaikan bahwa bangunannya dirawat dan infrastrukturnya telah tersedia. Keterlibatan Kodiklat menunjukkan kebutuhan Porprov tidak mungkin seluruhnya bertumpu pada sarana milik pemerintah kota.
Berikutnya, rombongan mendatangi kawasan Serpong City Paradise, dekat kawasan Babakan, Setu, yang dipersiapkan untuk motocross dan sepeda gunung. Berbeda dengan pertandingan di dalam gedung, dua cabang ini memerlukan penataan lintasan dan pengamanan sesuai jenis kompetisi. Informasi mengenai sertifikasi atau hasil penilaian teknis final lintasan belum diperoleh secara terpisah dari pengurus cabang olahraga.
Titik terakhir adalah Stadion Kera Sakti di Setu, yang disiapkan untuk sepak bola. Dibandingkan venue yang masih dikerjakan, Pilar menilai lapangan itu sudah siap. Ia merujuk pengalaman penggunaan lapangan untuk kompetisi kelompok umur yang diselenggarakan PSSI Banten.
“Kalau di Kera Sakti sendiri sih sudah siap, karena ini kan biasa digunakan. Terakhir oleh PSSI Banten juga, Liga Soeratin, U-13, U-15, U-17 di sini,” ujar Pilar.
Hitung Mundur Menuju PertandinganMenurut Pilar, masih ada sejumlah venue yang memasuki tahap penyelesaian pembangunan. Ia berharap pekerjaan itu rampung dalam beberapa hari sehingga fasilitas masih memiliki kesempatan menjalani uji coba sebelum digunakan bertanding. Sebab, selesai dibangun dan siap dipakai tidak selalu merupakan dua keadaan yang sama.
“Ada beberapa venue yang sekarang sedang finishing pembangunan, tapi dalam waktu beberapa hari ke depan insya Allah sudah siap untuk digunakan,” ujarnya.
Pilar menyampaikan bahwa visitasi KONI Provinsi Banten telah dilakukan dan penilaian kelayakan arena menjadi bagian dari proses persiapan. Meski demikian, pemeriksaan lapangan tetap diperlukan untuk melihat pekerjaan yang tersisa. Pada tahap ini, panitia menghadapi pertanyaan praktis: fasilitas mana yang harus lebih dulu diselesaikan, kapan bisa diuji, serta siapa yang memastikan persoalan terakhir telah ditangani.
Dalam wawancara, Pilar menyebut penyelenggaraan pertandingan sepak bola direncanakan mulai sekitar 11 November. Adapun pembukaan Porprov direncanakan pada 15 November 2026 di kawasan Sunburst, BSD. Jadwal rinci pertandingan dan penggunaan venue tetap harus dicocokkan dengan ketetapan teknis terakhir penyelenggara. Rentang utama Porprov sebelumnya diumumkan berlangsung hingga 23 November 2026.
Artinya, batas waktu kesiapan tidak bisa disamaratakan pada hari pembukaan. Cabang yang mulai lebih awal membutuhkan kesiapan lebih awal pula. Kebutuhan petugas, perlengkapan pertandingan, pengamanan, dan layanan kesehatan mengikuti kalender masing-masing arena.





Komentar (0)