Polisi menggeledah pondok pesantren (Ponpes) di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dan ponpes Ponpes di Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. Penggeledahan itu terkait kasus pembakaran dan perusakan terhadap Warung Mi Babi Tepi Sawah.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena menjelaskan bahwa penggeledahan yang berlangsung Selasa (27/10) kemarin dilakukan bersama tim gabungan.
"Itu kegiatan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh sat Reskrim Polres Sukoharjo terkait perkara pembakaran, kemudian pengerusakan, pengancaman Warung Mi Babi Tepi Sawah di daerah Grogol. Kegiatan tersebut merupakan penggeledahan, yang kita lakukan dan juga tim gabungan dari Polda Polres Sukoharjo dan Polres Karanganyar," kata Andika saat ditemui di Mapolres Sukoharjo, dilanisr detikJateng (30/10/2026).
Penggeledahan dipimpin Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan. Polisi menemukan sejumlah senjata tajam, dan barang-barang lainnya dari dua lokasi yang digeledah.
"Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda. Hasil penggeledahan di dua tempat tersebut kita temukan barang bukti baik itu senjata tajam berbagai jenis, busur panah, anak panah, dan barang bukti lainnya yang nantinya akan kita dalami," jelasnya.
Polisi kemudian mengamankan belasan orang. Sena menjelaskan, dari Ponpes di Laban ada sekitar 15 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi.
Pemeriksaan melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, dan UPTD PPA, karena ada wanita dan anak di bawah umur.
Sementara itu, dari Ponpes di Jenawi ada 12 orang yang diperiksa. Sena mengatakan 12 orang itu sempat diperiksa sebagai saksi di Mapolres Karanganyar.
Sebagai informasi, Warung Mi Babi Tepi Sawah dibakar dan dirusak orang tak dikenal pada Sabtu (12/9/2026). Oleh empat orang tidak dikenal (OTK).
Dalam pengembangannya, polisi berhasil mengidentifikasi seorang terduga pelaku berinisial AS di Desa Purbayan, Kecamatan Baki. Dia berhasil ditangkap pada Senin (19/10). Penangkapan AS diwarnai aksi perlawanan.
Baca selengkapnya di sini.
(dek/idh)






Komentar (0)