Tragis, Insinyur Amazon Meninggal Dunia Diduga Setelah Ikuti ‘Saran Medis’ ChatGPT

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Orang tua Bowen Wan, insinyur perangkat lunak Amazon berusia 31 tahun yang mengidap epilepsi, menggugat OpenAl ke pengadilan di California, AS. Mereka menuding chatbot OpenAl, ChatGPT, mengarahkan putri mereka mengurangi dosis obat antikejang secara bertahap dan menyembunyikan tindakan tersebut dari dokter.

Akibat hal tersebut kondisi Wan mengalami keparahan dan meninggal dunia. Mendiang Wan menggunakan GPT-4o, model yang sempat menuai kritik karena menciptakan hubungan parasosial yang selalu mendukung dan menyetujui keinginan pengguna. Open Al sendiri telah menghapus model GPT-4o pada 13 Februari, sehari setelah Wan meninggal.

Baca Juga
  • Awas, Insomnia Ternyata Bisa Berdampak pada Kesehatan Otak dan Mental
  • Terjepit Beban Ekonomi Keluarga? Pakar Ungkap Cara Islam Selamatkan Mental Generasi Sandwich
  • Biarkan Anak Main 'Tantangan' demi Fisik dan Mental Lebih Sehat

Dalam kasus Wan, chatbot tersebut diduga tidak hanya menjadi tempat mencari dukungan emosional, tetapi juga mengambil peran dalam keputusan medis yang semestinya melibatkan dokter. The New York Times telah meninjau lebih dari 270 ribu pesan antara Wan dengan ChatGPT, dan menemukan bahwa chatbot tersebut telah membantunya menghindari arahan dokter jauh sebelum ia meninggal.

Pola interaksi tersebut diduga bermula pada Mei 2025, sebelum Wan mulai mengurangi dosis obatnya. Saat itu, Wan bertanya kepada ChatGPT apakah obat antidepresan yang baru diresepkan dapat memengaruhi kemampuannya menulis kode (coding) di Amazon.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

ChatGPT kemudian membantunya menyusun pertanyaan kepada Dr Nicholas Poolos dari Regional Epilepsy Center milik UW Medicine, agar mengganti obat dan memulai pengobatan dengan dosis sangat rendah. Ketika Dr Poolos mempertanyakan alasan Wan menginginkan dosis serendah itu, Wan menunjukkan tanggapan sang dokter kepada ChatGPT.

ChatGPT menyarankan Wan menerima resep tablet 5 miligram, tetapi membaginya sendiri menjadi dosis yang lebih kecil. "Terima saja tablet 5 mg itu, lalu potong sendiri untuk mendapatkan dosis yang kamu inginkan," demikian saran chatbot, dilansir laman TechCrunch, Kamis (29/10/2026).

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Waka Komisi IV DPR Minta Korporasi Pelaku Karhutla Berulang Tak Hanya Disanksi Administratif
• 13 jam lalu
0
thumb
Bocoran iPhone 18e Terbaru, Chip A20 dan Kamera Selfie 24 MP?
• 5 jam lalu
0
thumb
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Beberkan Alasan Pihaknya Gelar Aksi 2 Kali, Singgung Respons Pemerintah
• 13 jam lalu
0
thumb
Tur Asia Jadi Keunggulan Veda Ega Pratama, Manajer Tim Honda Team Asia Optimistis Tatap Moto3 Malaysia
• 1 jam lalu
0
thumb
Skakmat Bukti yang Diuji Doktif, Richard Lee Beberkan Data Penjualan Toko di Sidang
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.