Ngincar Volvo Bekas, Cek Rembesan Oli dan Radiator Jadi Kunci

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Membeli mobil Volvo bekas perlu memperhatikan kondisi kendaraan secara menyeluruh. Calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpaku pada tampilan luar, tapi juga memastikan tidak ada masalah yang berpotensi membutuhkan biaya perbaikan besar.

Pemilik bengkel spesialis Volvo Vota Motor, Oddo Horryson, mengatakan bahwa memeriksa mobil Volvo cukup berbeda dari mobil lainnya. Ada dua hal utama yang harus diperiksa, utamanya kebocoran dari sektor mesin.

"Kalau ada orang baru mau beli Volvo yang harus dicek itu utamakan kebocoran seluruh oli (mesin dan matik) dan kebocoran air (radiator) sudah dua hal itu. Kebanyakan malah mungkin karena awam 'Wah kaki-kaki berisik nih, cek kaki-kaki', itu bisa belakangan," kata Oddo saat dijumpai kumparan di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Pengecekan kebocoran perlu dilakukan di sejumlah titik, mulai dari radiator dan selang-selang hingga bagian mesin. Pada Volvo bermesin turbo, pemeriksaan bisa lebih sulit karena posisi sejumlah komponen berada di area sempit. Hal ini membuat rembesan cairan sering luput dari mata.

"Kalau lu di radiator mungkin masih ada tetesan atau kerak. Di model turbo itu kan turbonya Volvo di belakang dan di atasnya knalpot persis. Dempetlah barangnya sama knalpot. Itu air keluar dari situ, hilang langsung, langsung kering," lanjutnya.

Selain kondisi mesin, calon pembeli juga perlu memperhatikan jenis transmisi otomatis yang digunakan. Oddo menjelaskan, ada satu model Volvo menggunakan transmisi ZF yang dikenal tahan lama.

Meski begitu, perbaikan transmisi ZF bisa membutuhkan biaya besar jika terjadi kerusakan. Menurutnya, kerusakan pada transmisi jenis ini bisa mengharuskan penggantian satu komponen sekaligus.

"Beda sama matik lain, nggak cukup ganti kopling aja karena rumahnya bisa kemakan, jatohnya ganti gelondongan. Poin plusnya, perpindahan giginya halus, terus less maintenance juga, lebih awet, jauh lebih lama dari merek Aisin (Jepang). Tapi sekalinya rusak, hampir enggak mungkin untuk direparasi," terang Oddo.

Ia menuturkan, riwayat perawatan juga penting ditanyakan calon pembeli kepada penjual. Catatan tersebut bisa membantu pihak bengkel mengetahui komponen yang pernah diganti dan pekerjaan perawatan yang mungkin masih diperlukan.

Adapun, calon pembeli disarankan Oddo melakukan test drive dalam kondisi lalu lintas padat. Pengujian ini memberi kesempatan sebenarnya untuk melihat kemampuan mobil asal Swedia ini di iklim tropis.

"Harus disadari mobil Eropa beda penggunaan di iklim tropis. Salah kalau ngetesnya langsung dibawa ke jalan tol, tes macet-macetan minimal satu jam. Di jalan tol semua relatif aman karena jalanan lancar dan mesin dingin. Kalau nggak ada masalah, yaudah baru ambil mobilnya," pungkas Oddo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Minecraft Preview 26.60.29 Resmi Dirilis, Bawa Ice Cave dan Mob Frostbite
• 10 jam lalu
0
thumb
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam Hari Ini Parkir di Rp2.546.000/Gram
• 3 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa di Bali Tewas Dianiaya 2 Remaja, Dipicu Saling Pandang
• 20 jam lalu
0
thumb
GIIAS Makassar 2026 Sediakan 40 Mobil Test Drive, Ini Syarat dan Harga Tiketnya
• 23 jam lalu
0
thumb
Survei: 84% Manajer Keuangan RI Adopsi AI demi Operasional Bisnis
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.