Pesan Kepala BKN kepada Para PNS dan PPPK, Tua Muda Silakan Menyimak

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BOGOR - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mempersiapkan masa pensiun sejak dini dengan menjaga stabilitas pendapatan, membangun kesiapan mental, dan mengembangkan kegiatan produktif yang minim risiko finansial.

Diketahui, ASN terdiri dari PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, dan PPPK paruh waktu.

BACA JUGA: Informasi Menarik bagi Pencari Kerja, Rekrutmen Terbuka Mirip Seleksi CPNS dan PPPK

Birokrat yang akrab disapa Prof Zudan itu menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun di Bogor, Kamis (29/10).

Menurut Prof Zudan, pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan fase baru yang perlu dihadapi dengan tenang, bahagia, dan penuh kesiapan bersama keluarga.

BACA JUGA: Ratusan PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu Diminta Mengembalikan Uang, Tenggat Akhir 2026

“Yang perlu disiapkan itu adalah hati dan pikiran kita, bahwa kita semua akan sampai di tahap ini,” ujar pria kelahiran Sleman, 57 tahun silam itu.

Lebih lanjut, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri itu mengingatkan agar ASN perlu memahami bahwa setiap jenjang karier memiliki batas waktu.

BACA JUGA: 3 Aspirasi PPPK kepada Presiden Prabowo, MenPANRB & DPR RI sebelum Perpres Terbit

Karena itu, persiapan pensiun tidak seharusnya berorientasi pada upaya mempertahankan posisi, tetapi pada kesiapan menjalani kehidupan setelah tidak lagi aktif bekerja.

“Kalau sudah sampai di puncaknya, persiapannya adalah bukan bertahan di puncak, tetapi mempersiapkan untuk turun,” katanya, dikutip dari keterangan Humas BKN.

Prof Zudan secara khusus mengingatkan calon pensiunan agar berhati-hati dalam mengelola keuangan dan tidak mudah tergiur memulai bisnis baru yang berisiko menghabiskan tabungan.

Menurutnya, menjaga kestabilan pendapatan menjadi salah satu kunci agar masa pensiun dapat dijalani dengan aman dan nyaman.

“Jangan memulai usaha baru, bisnis baru, yang bisa menguras pendapatan kita. Saat kita akan memasuki usia pensiun, yang harus dijaga adalah kestabilan pendapatan,” ujarnya.

Ia menyoroti risiko penawaran bisnis yang menjanjikan keuntungan cepat, tetapi justru berujung pada kerugian akibat pengelolaan yang tidak sehat atau mitra usaha yang meninggalkan bisnis.

Oleh karena itu, ASN perlu mempertimbangkan risiko secara matang sebelum menggunakan tabungan atau dana yang menjadi penopang kehidupan di masa pensiun.

Sebagai alternatif, dia mendorong calon pensiunan untuk mengembangkan hobi menjadi kegiatan produktif yang menyenangkan dan tidak membebani keuangan.

Berkebun, memelihara hewan, serta mengembangkan keterampilan pribadi dapat menjadi pilihan untuk menjaga aktivitas, kebahagiaan, dan produktivitas setelah pensiun.

Dia mencontohkan hobinya dalam merawat bonsai dan tanaman sebagai kegiatan yang dapat ditekuni tanpa harus mempertaruhkan stabilitas keuangan utama.

Untuk memperkuat kesiapan ASN, Prof Zudan mengusulkan agar pelatihan masa persiapan pensiun diberikan jauh sebelum pegawai memasuki usia pensiun, bahkan sekitar 10 tahun sebelumnya.

Dengan persiapan yang lebih panjang, ASN diharapkan memiliki waktu untuk menata kondisi keuangan, menyiapkan mental, membangun jejaring, serta mengembangkan aktivitas produktif secara bertahap. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan Teknologi Daur Ulang Baterai Bekas dan Bioetanol untuk Industri Nasional
• 7 jam lalu
0
thumb
SK hynix bukukan rekor pendapatan dan laba operasional pada Q3 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Siapa Sosok Menteri RAMA dalam Surat Dakwaan Silmy Karim?
• 3 jam lalu
0
thumb
Pesta Miras Oplosan di Cirebon Berujung Maut, 3 Orang Tewas 6 Dirawat
• 17 jam lalu
0
thumb
Tak Pernah Menang, Pacific Caesar Surabaya Juru Kunci Grup A IBL All Indonesian 2026
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.