Presiden Prabowo Segera Resmikan Program Listrik Desa di Sulawesi

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan meresmikan program listrik desa. Peresmian dipusatkan di wilayah Sulawesi.

“Program tahun 2025 yang akan segera diresmikan oleh Bapak Presiden, waktunya dalam waktu dekat, ya. Kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi,” ujar Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

Pemerintah Siapkan Uji Coba Subsidi Listrik via Transfer Langsung

Bahlil menjelaskan bahwa peresmian tersebut mencakup ribuan titik lokasi. Langkah ini untuk memperluas akses kelistrikan bagi wilayah yang belum tersentuh jaringan listrik.

“Ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” kata Bahlil.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menuntaskan penyediaan akses energi bagi ribuan desa dan dusun. Berdasarkan data pemerintah, saat ini masih terdapat hampir 11.000 desa dan dusun di Tanah Air yang belum memiliki akses listrik secara memadai.

Selain melaporkan program listrik desa, Bahlil memaparkan progres hilirisasi industri, khususnya terkait pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama antara CATL dan PT Aneka Tambang (Antam Tbk). Ia menyebutkan bahwa fasilitas yang groundbreaking-nya dilakukan setahun lalu oleh Presiden Prabowo itu kini telah mulai berproduksi.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” ucap Bahlil.


Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA/Aditya Ramadhan.

Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, Indonesia kini semakin memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Bahlil mencatat saat ini telah ada tiga pabrik besar yang menopang sektor ini, yakni fasilitas milik Hyundai, pabrik di Halmahera hasil investasi dari Tiongkok (RRT), serta pabrik kerja sama CATL dan Antam.

Rangkaian pencapaian ini menegaskan bahwa ekosistem hilirisasi mineral di Indonesia, mulai dari sektor pertambangan, pengolahan, hingga produksi sel baterai, telah berjalan secara terintegrasi dan kompetitif di kancah global.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” ujar Bahlil.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penampakan Rumah Hangus Akibat Kebakaran di Cikini Jakpus
• 17 jam lalu
0
thumb
BEI dan Nasdaq Gelar InnovAsia, Bahas Akses Pasar Global hingga Pengawasan Perdagangan
• 16 jam lalu
0
thumb
Grab Perketat Keamanan Perjalanan dan Transaksi Pengguna
• 16 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Diajak Sumbang Gagasan untuk Perkuat Hubungan RI-Korsel
• 10 jam lalu
0
thumb
Jejak Pandu Sjahrir di Sekuritas Kode Broker SS yang Disorot usai Rilis OJK
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.