Hadapi Ancaman Siber, BSSN Bangun Kolaborasi Asean-Jepang

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Hadapi Ancaman Siber, BSSN Bangun Kolaborasi Asean-JepangNasional | okezone | Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20

JAKARTA – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Nugroho Sulistyo Budi, mendorong penguatan kerja sama Asean–Jepang dalam menghadapi ancaman siber.  Mengingat perkembangan Agentic Artificial Intelegent (AI) yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi keamanan siber.

Menurut Nugroho, AI tidak hanya berperan sebagai alat pertahanan (Shield), tetapi juga dapat menjadi sasaran serangan maupun dimanfaatkan sebagai instrumen serangan (Weapon). Untuk itu, diperlukan penguatan tata kelola AI, penerapan prinsip Security by Design, serta pengelolaan risiko secara proaktif guna membangun ekosistem digital yang aman dan tangguh dalam mengantisipasi ancaman tersebut.

Hal tersebut ia tekankan dalam kegiatan bertajuk “The Silent Threat: Cyber Dominance in the Age of Agentic AI” pada 3rd Asean–Japan Cybersecurity Community Alliance (AJCCA) Conference, dikutip dari siaran persnya, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:Kecewa Hasil Sidang, Massa Rusak Rumah Terdakwa Kasus Penganiayaan di Takalar

Setidaknya ada tiga pilar kerja sama kerja sama regional, yaitu collaboration, capacity, dan connectivity. Ketiganya menjadi landasan untuk memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kapasitas, dan mempererat koordinasi antarnegara dalam menghadapi ancaman siber lintas batas.

Ancaman siber tidak mengenal batas negara. Kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan ruang digital yang aman, tepercaya, dan tangguh. Di kesempatan itu, Kepala BSSN juga menerima penghargaan kategori kepemimpinan unggul (Outstanding Leadership).

Indonesia menegaskan komitmen BSSN untuk terus mendorong kerja sama ASEAN–Jepang dalam memperkuat ketahanan siber kawasan, termasuk menghadapi risiko keamanan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi AI dalam forum tersebut. Diketahui, AJCCA Conference merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan badan siber dan kementerian yang menangani keamanan siber, asosiasi industri keamanan siber, akademisi, serta praktisi dari negara-negara Asean dan Jepang. Selain itu, menjadi wadah untuk memperkuat dialog, berbagi pengetahuan, dan mendorong kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan siber.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Firnando Dukung Danantara Batasi Patwal dan Ajudan Direksi BUMN, Dorong Efisiensi hingga Perampingan Perusahaan
• 7 jam lalu
0
thumb
Indeks Keuangan Pelajar Hanya 62,72%, FWD Insurance dan PJI Dorong Literasi Finansial Sejak Dini
• 2 jam lalu
0
thumb
Pembunuhan Istri Siri-Anak di Madiun: Pelaku Jalani Prarekonstruksi di 3 Lokasi, Hotel-Rumah Pribadi
• 20 jam lalu
0
thumb
Alasan Jokowi Akan Hadiri Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Beliau Punya Kepentingan
• 14 jam lalu
0
thumb
Periklindo Tegaskan Indonesia Harus Jadi Pemain Utama di Industri Kendaraan Listrik
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.