Petugas SPPG Tegalrejo Tewas Tertemper KA di Bantul, Korban Alami Cidera Berat pada Organ Vital

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bantul, tvOnenews.com - Seorang petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegalrejo meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api di perlintasan rel Dusun Soragan RT 01, Ngestiharjo, Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (29/10/2026) pagi. 

Korban inisial PWR (21) dilaporkan mengalami cedera berat pada organ vital akibat insiden tersebut. 

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, korban menurut keterangan keluarga bekerja di SPPG wilayah Tegalrejo," katanya, Kamis siang.

Berdasarkan keterangan polisi, insiden temperan lokomotif KA balas di KM 540+09 petak jalan Yogyakarta-Patukan terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. Petugas yang menerima laporan kejadian segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta pemeriksaan.

"Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kasihan bersama Tim Identifikasi Polres Bantul, PMI Bantul, dan petugas Puskesmas Kasihan II mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan," ucap Rita.

Menurut keterangan awal saat lokomotif KA balas melaju dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Wates, masinis melihat seseorang bergerak dari arah timur ke barat di jalur rel kereta api.

Saat itu, masinis membunyikan semboyan peringatan berulang kali. Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

"Masinis telah membunyikan peringatan, tetapi karena jaraknya sudah terlalu dekat, korban tertemper kereta api. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pengendali perjalanan kereta api di Yogyakarta," jelasnya.

Selanjutnya, petugas keamanan khusus kereta api (Polsuska) yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi dan mendapati korban tergeletak di atas rel. Petugas kemudian menghubungi Polsek Kasihan dan PMI Bantul untuk meminta bantuan penanganan.

Dari hasil pemeriksaan petugas identifikasi dan tenaga medis, korban mengalami trauma berat pada sejumlah organ vital, termasuk kepala dan dada. Selain itu, korban mengalami patah tulang paha kanan serta dislokasi bahu kiri.

"Karena cedera berat di organ vital, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut," imbuh Rita.

Sementara dari keterangan petugas palang pintu di Pos Soragan yang berada tidak jauh dari lokasi, saksi mengaku tidak melihat adanya orang berjalan dari pos menuju arah timur lokasi kejadian. Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi perhatian petugas untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini Tips Buat Para Ibu Biar Lebih Nyaman saat Pumping ASI
• 4 jam lalu
0
thumb
PKS Tegaskan Putusan MK soal Ijazah Gibran Harus Ditindaklanjuti: Terkait Keadilan Antargenerasi
• 17 jam lalu
0
thumb
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat
• 22 jam lalu
0
thumb
Operasi Patuh 2026 Berlangsung, Korlantas Polri Minta Personel Humanis dan Tak Arogan
• 10 jam lalu
0
thumb
Vino G. Bastian Akui Kesulitan Lafalkan Bahasa Arab saat Syuting Film Hamka: Awal Mula
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.