BMKG Petakan Potensi Awan Cumulonimbus 30 Oktober-5 November 2026, Papua Masuk Kategori FRQ

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi awan cumulonimbus (Sumber: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) dengan cakupan spasial lebih dari 75 persen di Papua dan Samudra Hindia selatan Banten pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2026.

Kedua wilayah tersebut masuk kategori Frequent (FRQ) dalam produk prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus BMKG untuk wilayah Indonesia.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Potensi Awan Cumulonimbus 29 Oktober-4 November 2026, Ini Daftar Wilayahnya

Selain itu, BMKG memprakirakan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan spasial maksimum 50–75 persen atau kategori Occasional (OCNL) di sejumlah wilayah daratan dan perairan Indonesia.

Informasi tersebut merupakan bagian dari produk prakiraan cuaca penerbangan BMKG yang berlaku selama tujuh hari.

Daftar Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus

1. Wilayah kategori FRQ

BMKG memprakirakan awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen di dua wilayah berikut:

  • Papua
  • Samudra Hindia selatan Banten

Kategori FRQ menunjukkan cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen sesuai klasifikasi dalam produk prakiraan BMKG.

2. Wilayah kategori OCNL

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Jumat 30 Oktober 2026: Hujan Petir di 2 Kota

Selain kategori FRQ, BMKG mencantumkan sejumlah wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori OCNL, yang memiliki cakupan spasial maksimum 50–75 persen.

Berikut daftar wilayahnya berdasarkan kawasan.

Sumatera dan sekitarnya

  • Aceh
  • Bengkulu
  • Jambi
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Riau
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Utara
  • Jawa
  • Banten
  • Jawa Barat

Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara

Sulawesi

  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara

Nusa Tenggara Timur

  • Nusa Tenggara Timur

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca Indonesia 30-31 Oktober 2026, BMKG: Sejumlah Wilayah Hujan Lebat

Maluku

  • Maluku
  • Maluku Utara

Papua

  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Tengah

Wilayah laut dan selat

  • Laut Arafuru bagian Utara
  • Laut Banda
  • Laut Natuna Utara
  • Laut Seram
  • Selat Karimata bagian selatan
  • Selat Karimata bagian utara
  • Selat Makassar bagian tengah
  • Selat Makassar bagian utara

Samudra Hindia dan Samudra Pasifik

  • Samudra Hindia barat Aceh
  • Samudra Hindia barat Bengkulu
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Samudra Hindia barat Lampung
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat
  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Jabodetabek Besok 30 Oktober 2026, Tangerang-Depok Waspada Hujan Lebat

Mengenal Kategori Awan Cumulonimbus BMKG

BMKG menjelaskan informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan menggunakan model cuaca numerik.

Produk ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia selama tujuh hari ke depan.

Dalam produk tersebut, BMKG membagi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus menjadi tiga kategori berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum.

1. ISOL CB (Isolated Cumulonimbus)

  • Kategori ini menunjukkan keberadaan awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50 persen.

2. OCNL CB (Occasional Cumulonimbus)

  • Kategori ini menunjukkan keberadaan awan Cumulonimbus dengan cakupan area berkisar 50–75 persen.

3. FRQ CB (Frequent Cumulonimbus)

  • Kategori ini menunjukkan keberadaan awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.

Persentase tersebut menggambarkan cakupan spasial awan Cumulonimbus, bukan persentase peluang terjadinya hujan di suatu wilayah.

Dengan demikian, informasi kategori awan Cumulonimbus perlu dibedakan dari prakiraan hujan maupun peringatan dini cuaca ekstrem yang diterbitkan BMKG melalui produk lainnya. 

Baca Juga: BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 91B di Utara Aceh, Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah-Wilayah Ini

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BMKG
  • awan Cumulonimbus
  • prakiraan cuaca
  • potensi awan CB
  • cuaca Indonesia
  • prakiraan BMKG
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Amri/Nita Siap Hadapi Dejan/Felisha di Hylo Open 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Dugaan Suap Muktamar NU Dilaporkan ke KPK: Kami Pilih Jalan Ini Karena...
• 14 jam lalu
0
thumb
Perkuat Program MBG, Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Inspeksi SPPG
• 7 jam lalu
0
thumb
Lawan Madura United, Jevtoski: Kesalahan Harus Diminimalkan
• 11 jam lalu
0
thumb
Tinjau Revitalisasi SDN 25 Koto Panjang, Andre Rosiade Sebut 84 Sekolah Diperbaiki Prabowo di Padang
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.