BGN Tutup Permanen Lebih dari 2.000 Dapur MBG karena Tak Higiene

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Dua petugas menata ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/nz)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen lebih dari 2.000 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penutupan dilakukan sebagai bagian dari pembenahan tata kelola dan penguatan pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Yang tidak punya SLHS kami tutup. Bahkan, kami sudah menutup lebih dari 2.000 dapur secara permanen karena terkait urusan higiene dan sanitasi ini,” kata Sudaryono di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

SLHS merupakan singkatan dari Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, yang menjadi salah satu persyaratan dalam penyelenggaraan dapur MBG.

Baca Juga: 481 Siswa di Bogor Keracunan Usai Santap MBG, Operasional SPPG Dramaga 4 Dihentikan | BERITA UTAMA

Sudaryono menegaskan, kepemilikan sertifikat tersebut tidak serta-merta menjamin suatu dapur telah memenuhi seluruh standar kelayakan. 

Karena itu, BGN juga menyoroti kondisi operasional dan praktik pengolahan makanan di lapangan.

BGN Temukan Masalah Penyimpanan dan Pengolahan Pangan

Sudaryono mencontohkan sejumlah temuan yang menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pengelolaan bahan pangan di dapur MBG.

Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ia menyebut terdapat ikan yang tidak tertampung di lemari pendingin dan dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari 12 jam sebelum dimasak.

Sementara di Cirebon, Sudaryono menyebut adanya dapur yang membeli telur puyuh matang dalam kondisi sudah dikupas.

Baca Juga: BGN Klarifikasi Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bogor: Yang Benar 13 Orang

Praktik tersebut dinilai menyulitkan pengawasan terhadap proses pengolahan dan kebersihan bahan pangan.

Temuan lainnya berada di Bogor, yakni penggunaan bumbu kacang sate siap pakai meskipun terdapat standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Contoh-contoh tersebut disampaikan Sudaryono sebagai bagian dari evaluasi terhadap praktik pengelolaan dapur MBG.

BGN juga disebut telah menutup secara permanen sejumlah dapur di Karo, Semarang, dan Blora yang dinilai melakukan kelalaian secara sengaja.

BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG

Selain memperketat standar higiene dan sanitasi, BGN mewajibkan pengelola dapur MBG menyampaikan laporan penggunaan dana harian.

Baca Juga: BGN Tak Pandang Pemilik, Dapur MBG Ditutup Imbas Keracunan di Bogor

"Selain memperketat standar higiene, BGN juga mewajibkan pengelola dapur MBG menyampaikan laporan penggunaan dana harian (LPDH) sebelum memperoleh tambahan dana operasional," tuturnya.

BGN juga akan melakukan pemeriksaan terhadap dapur yang belum memenuhi kewajiban pelaporan penggunaan dana harian.

Sudaryono mengungkapkan, dari 26.385 dapur MBG yang telah beroperasi, sekitar 6.100 dapur belum melaporkan penggunaan dana harian. 

Penambahan dana operasional dapat ditahan dan operasional dapur dihentikan sementara untuk kepentingan pemeriksaan inspektorat.

Sudaryono menegaskan, pelanggaran yang mengandung unsur pidana akan ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pembenahan pelaksanaan program MBG agar pengelolaan dapur memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran dapat diperkuat. 

Baca Juga: Saat Menko PMK Sugiono Ajak PBB Kerja Sama Dukung Program MBG

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • BGN
  • dapur MBG
  • Sudaryono
  • SLHS
  • higiene dan sanitasi
  • Makan Bergizi Gratis
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Bantu Warga Temukan Berlian Rp 300 Juta yang Hilang di Soetta
• 7 jam lalu
0
thumb
Mahfud MD Singgung Megawati saat Bahas Kekuasaan: Tak Gunakan Aparat dan Dana Tidak Halal
• 11 jam lalu
0
thumb
Polisi Telah Periksa Ruben Onsu soal Laporan Dugaan Akses Ilegal
• 9 jam lalu
0
thumb
Karhutla Hanguskan 5.859 Hektare Lahan, Bareskrim Tetapkan 245 Tersangka!
• 15 jam lalu
0
thumb
Dari Modal ke Masa Depan: Andi Amri Bakti Bedah Kunci Usaha Anggota Koperasi Syariah Lewat Teknologi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.