Warga Kediri Terdampak Kekeringan, Rumah Zakat Salurkan Air Bersih

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

KEDIRI -- Rumah Zakat menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga menghadapi kekeringan panjang. Pada 20 Oktober 2026, sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya, masyarakat harus menghemat penggunaan air dari tandon desa yang disalurkan ke rumah-rumah.

Baca Juga
  • Kekeringan di Bekasi, PMI Salurkan 30.000 Liter Air Bersih untuk Warga
  • Atasi Kekeringan Sawah, Majalengka Siapkan Irpom dan Irpip Senilai Rp 13 Miliar
  • Bantu Warga Hadapi Kekeringan, Pertamina Patra Niaga Salurkan 285 Ribu Liter Air Bersih di Klaten

Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan uang pribadi untuk mendatangkan tangki air bersih. Upaya tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Merespons kondisi tersebut, Rumah Zakat menyalurkan bantuan air bersih untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan sebanyak 8.000 liter ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Saat penyaluran berlangsung, warga tampak antusias mengambil air dari tangki. Mereka memindahkan air ke tandon, jeriken, dan bak penampungan yang telah disiapkan.

Salah satu penerima manfaat, Sumiarti, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. “Terima kasih Rumah Zakat, bantuan air bersihnya sangat bermanfaat bagi kami, semoga ada lagi,” ucapnya.

Melalui penyaluran air bersih ini, Rumah Zakat berupaya membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan mendapatkan air. Selain meringankan beban warga, bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar selama kekeringan berlangsung.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tabrakan Kereta di Spanyol Tewaskan 64 Orang, Terburuk dalam Satu Dekade
• 22 jam lalu
0
thumb
Seribuan Mahasiswa Trisakti Demo di Medan Merdeka Selatan: Kritik Tak Didengar, Lawan!
• 2 jam lalu
0
thumb
Menteri Jumhur Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis di Depan Pastor & Masyarakat Adat Danau Toba
• 17 jam lalu
0
thumb
Kongres GPM, Megawati Minta Pengurus Pelajari Pemikiran Bung Karno
• 21 jam lalu
0
thumb
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.