Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Nasib nahas menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten berinisial SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah dibuang oleh majikannya di pinggir jalan, bahkan sempat ditinggalkan di tengah hutan di Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober 2026.

Beruntung, warga yang menemukannya segera membawa SR ke kantor polisi setempat. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menjelaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). 

Hasilnya, polisi berhasil meringkus lima anggota keluarga majikan serta satu agen penyalur tenaga kerja ilegal yang terlibat dalam kasus ini.

"Pihak PDRM langsung bergerak. Pada tanggal 18 Oktober 2026, kelima pelaku sudah diamankan oleh Polisi Diraja Malaysia dan sudah masuk dalam tahanan. Berikut juga satu agen yang mengirim korban untuk bekerja di Malaysia," ujar Dubes Iman.

Selama tiga bulan bekerja melalui jalur nonprosedural, SR mengalami serangkaian kekerasan yang sangat keji.

Dubes Iman mengungkapkan bahwa tubuh korban dipenuhi luka akibat pemukulan dan penyiraman air panas.

“Korban mengalami pemukulan, penyiraman air panas, pemukulan di kepala, badan, hingga kuping disabet dengan rotan sampai pecah ya kupingnya. Istilah medisnya itu cauliflower ear,” ungkapnya.

Saat pertama kali dirawat, luka bakar SR mencapai 50 persen. Namun, berkat penanganan intensif, kondisi kesehatannya kini berangsur membaik dan luka bakarnya telah turun di bawah 10 persen.

Mengenai motif penyiksaan, korban mengaku kerap dituduh melakukan kesalahan sepele seperti mencuri uang atau salah memberikan obat, yang diduga kuat hanya karangan majikan untuk membenarkan tindakan mereka.

“Jadi dapat dibayangkan spirit korban ini yang selama 3 bulan banyak mengalami siksaan tentunya mentalnya sudah runtuh. Dan dia sendiri bingung bagaimana, ‘saya salahnya apa sampai saya diperlakukan begini’,” kata Iman.

“Korban bilang dituduh mencuri uang, dibilang salah kasih obat. Jadi ya mungkin ini dibuat-buat saja alasan,” tambahnya.

Meski sempat mengalami trauma berat, Dubes Iman bersyukur karena kondisi mental SR kini mulai pulih.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wall Street Menguat, Nasdaq Melesat 1,18% Didorong Reli Saham Teknologi
• 22 jam lalu
0
thumb
Rute Alternatif Hindari Demo Hari Ini Rabu (28/10/2026)
• 13 jam lalu
0
thumb
Microsoft Menawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela kepada 60.000 Karyawan, Seperempat dari Total Tenaga Kerja
• 16 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU di Berbagai Wilayah Terus Dioptimalkan
• 14 jam lalu
0
thumb
Polisi Cegat Pedemo di Beberapa Titik, 4 Ribu orang Gelar Aksi di Bundaran HI
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.