Kepala BGN Pastikan Tutup Yayasan Calo dengan Pendapatan Rp1 Miliar

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap banyak yayasan calo pada masa pimpinan BGN terdahulu. Ia memastikan akan menutup yayasan-yayasan calo tersebut.

Sudaryono mengatakan idealnya dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu dibangun investor yang membuat yayasan untuk menyalurkan bantuan pemerintah.

"Idealnya yayasan itu dikepalai, dimiliki oleh si investor atau mitra ini, yang terjadi adalah banyak oknum di BGN Pusat yang lampau, itu kemudian dia bikin banyak yayasan, ngisi titik-titik, tapi tidak punya uang," kata Sudaryono dalam agenda Transformasi MBG 2.0 dilihat dalam Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Baca Juga :

100 Hari Kerja, Sudaryono Pastikan Perbaiki Tata Kelola MBG
Sementara, yayasan tidak punya uang yang hanya mengisi titik-titik minta potongan per ompreng Rp500, Rp1.000, Rp1.500 setiap omprengnya, setiap hari per dapur. Sudaryono mengatakan bila yayasan itu melayani 600 dapur ada 2.000 ompreng dikalikan Rp1.000 per ompreng.

"Berarti Rp2 juta, satu hari, satu dapur, kali 500. Rp2 juta kali 500, Rp1 miliar pendapatan dia, enggak keringet, enggak modal, enggak ngawal-ngawal, cuma malak-malak saja," ungkap Sudaryono.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memaparkan komitmennya memperbaiki program MBG dalam agenda Transformasi MBG 2.0. Foto: Metro TV.

Sudaryono menegaskan itu lah yang membuat banyak sekali beredar di media sosial ada sejumlah titik dapur menu makanan bergizi gratis (MBG) tidak standar. Sebab, mendapatkan pengurangan dari hasil pemalakan atau potongan-potongan yang tidak perlu.

"Maka di era kita sekarang, itu kita bersihkan semua, kita tidak peduli dengan yayasan itu punya siapa, selama yayasan itu tidak ada peranan, kita bersihkan semua," tegas Sudaryono.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Transformasi Digital Perbankan, OJK Tekankan Keamanan Data
• 1 jam lalu
0
thumb
Pertamina Tambah 72 Mobil Tangki untuk Percepat Distribusi BBM di Tiga Provinsi
• 1 jam lalu
0
thumb
Unjuk Rasa di DPRD DIY, Massa Aksi Dorong Karhutla Jadi Bencana Nasional
• 1 jam lalu
0
thumb
Tito Minta Kementerian PU Prioritaskan Normalisasi Sungai Rawan Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
• 17 jam lalu
0
thumb
KDM Apresiasi Pilkades Digital di Sumedang, Dinilai Lebih Murah dan Cepat
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.