Wilmar Raup Laba Rp4,7 Triliun di Tengah Karhutla dan Sorotan Ekspor Sawit ke Israel

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

SINGAPURA — Wilmar International, raksasa agribisnis berbasis Singapura dengan operasi perkebunan dan pengolahan sawit yang luas di Indonesia, kembali mencatatkan laba ratusan juta dolar AS. Kinerja keuangan itu muncul ketika perusahaan tersebut menghadapi sorotan terkait kebakaran lahan di Indonesia, sementara perdagangan sawit Indonesia ke Israel terus berlangsung.

Wilmar membukukan laba bersih sebesar 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,7 triliun pada kuartal III 2026 yang berakhir pada 30 September. Capaian tersebut berbalik dari kerugian bersih 347,7 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga
  • Prof Hariyadi: Membakar Kebun Sawit Sama dengan Menghancurkan Investasi
  • Bahlil Duga Ada Perusahaan Sawit Asing Jalankan Usaha Tambang
  • Ribuan Ton Sawit Indonesia Mengalir ke Israel, Lewat Mana?

Laporan The Business Times, Rabu (28/10/2026), menyebut kerugian Wilmar pada kuartal III 2025 terutama dipicu pembayaran kompensasi sebesar 712,3 juta dolar AS kepada pemerintah Indonesia.

Karena itu, pembalikan dari rugi menjadi laba perlu dibaca secara hati-hati. Jika biaya kompensasi satu kali tersebut dikeluarkan dari perhitungan, laba bersih Wilmar pada kuartal III 2026 justru turun 22,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 364,6 juta dolar AS menjadi 281 juta dolar AS.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, laba bersih inti perusahaan turun 25,2 persen menjadi 267,3 juta dolar AS. Pendapatan Wilmar tumbuh 13,6 persen menjadi 21,7 miliar dolar AS, dari 19,1 miliar dolar AS pada kuartal III 2025.

Untuk periode Januari-September 2026, laba bersih Wilmar mencapai 889,9 juta dolar AS, melonjak 259,9 persen dibandingkan 247,3 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan selama sembilan bulan tersebut meningkat 15,9 persen menjadi 60,2 miliar dolar AS.

Kinerja positif itu ditopang sejumlah lini bisnis, termasuk usaha minyak tropis dan perkebunan kelapa sawit. Wilmar menyatakan bisnis perkebunannya memperoleh manfaat dari peningkatan volume produksi dan stabilnya harga minyak sawit.

Aktivis Asosiasi Peduli Lingkungan (APEL) Aceh memantau dan memadamkan sisa bara api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Aceh, Selasa (7/6/2022). - (ANTARA/Irwansyah Putra)

Di tengah sorotan karhutla

Di saat kinerja keuangan perusahaan membaik, Wilmar juga menjadi salah satu perusahaan yang dimintai keterangan oleh otoritas Singapura terkait kabut asap lintas batas yang menyelimuti negara tersebut.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) pada 23 Oktober mengeluarkan pemberitahuan kepada 10 perusahaan terdaftar di Singapura, termasuk Wilmar International. Otoritas meminta informasi mengenai konsesi lahan mereka di Indonesia, hubungan korporasi, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.

Pemberitahuan tersebut diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas Singapura. Langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah Singapura menelusuri kemungkinan keterkaitan aktivitas perusahaan dengan kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap.

Wilmar juga mendapat permintaan keterbukaan tambahan dari Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo). Regulator pasar modal Singapura meminta perusahaan perkebunan yang beroperasi di Indonesia menjelaskan kebijakan pemantauan, pencegahan, dan penanganan kebakaran, serta dasar penilaian mereka mengenai dampak kebakaran terhadap bisnis.

Dalam keterbukaan terpisah, Wilmar mengungkapkan bahwa kepolisian Indonesia sedang melakukan penyelidikan awal terkait kebakaran yang berdampak pada sekitar 28 hektare lahan perkebunan milik anak perusahaannya di Kalimantan Barat.

Wilmar menyatakan telah bekerja sama dengan aparat. Berdasarkan pemeriksaan internal perusahaan, api disebut berasal dari luar batas konsesi atau area yang tidak ditanami, termasuk lahan yang dikelola masyarakat dan kawasan konservasi dalam pengelolaannya. Perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti bahwa kebakaran berkaitan dengan aktivitas persiapan atau pembukaan lahan.

Wilmar juga memperkirakan kerugian yang melibatkan tanaman dan pohon kelapa sawit akibat kebakaran tersebut kurang dari 500 ribu dolar AS.

Perlu dicatat, permintaan informasi dan penyelidikan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan Wilmar sebagai penyebab kebakaran. Perusahaan juga menyatakan tidak memiliki hubungan operasional, rantai pasok, ataupun bisnis dengan 10 perusahaan Indonesia yang sebelumnya menerima pemberitahuan tindakan pencegahan dari NEA.

Ekspor sawit ke Israel tetap berjalan

Sorotan terhadap Wilmar berlangsung bersamaan dengan perdebatan mengenai perdagangan minyak sawit Indonesia ke Israel, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Penelusuran Republika terhadap data Kementerian Pertanian yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa ekspor sawit Indonesia ke Israel tetap berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, ekspor sawit Indonesia ke Israel tercatat sekitar 29.605 ton dengan nilai 28,06 juta dolar AS. Pada 2024, volumenya turun menjadi sekitar 22.357 ton dengan nilai 22,46 juta dolar AS. Pada 2025, volume ekspor kembali turun menjadi sekitar 19.487 ton, tetapi nilainya mencapai 22,63 juta dolar AS.

Sementara itu, sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor sawit Indonesia ke Israel tercatat mencapai sekitar 10.406 ton dengan nilai 12,34 juta dolar AS.

Penelitian Fidelis Adhiyatna Bagaskara dan Rizal Budi Santoso dari Universitas Widyatama yang terbit pada 2026 juga memperkirakan Indonesia memasok rata-rata 71,1 persen dari total impor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Israel sepanjang 2020-2025.

Temuan tersebut memperlihatkan posisi penting Indonesia dalam rantai pasok minyak sawit Israel. Namun, data perdagangan bilateral tidak otomatis menunjukkan perusahaan mana yang melakukan transaksi, siapa pembeli akhirnya, atau jalur fisik yang ditempuh setiap pengiriman.

Wilmar International merupakan perusahaan berbasis Singapura yang memiliki kegiatan perkebunan, pengolahan, dan perdagangan komoditas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kedudukan perusahaan di Singapura dan besarnya operasinya di Indonesia membuat keterbukaan mengenai rantai pasok, tata kelola perkebunan, dan tujuan perdagangan menjadi isu penting bagi publik.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kirim Barang Hingga Alat Berat Ke Luar Pulau Tanpa Was-Was? SERA Siap Menjadi Solusi
• 38 menit lalu
0
thumb
Masmindo Dwi Area Bekali 147 Warga Luwu dengan Keterampilan Industri dan Pertambangan
• 3 jam lalu
0
thumb
Barcelona Diingatkan Mantan Pemainnya untuk Benahi Pertahanan Jika Ingin Juara Liga Champions
• 4 jam lalu
0
thumb
2 Truk Kecelakaan di Depan DPR, Lalin Arah Slipi Padat
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemendikdasmen Berencana Gratiskan Biaya UKBI bagi Seluruh Guru Mulai 2027 untuk Tingkatkan Kompetensi
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.