oleh: Hilda Daningtyas, jurnalis dan Kepala Biro KompasTV Malang
Menurut badan kesehatan dunia, WHO, pemuda adalah orang yang berusia 15-24 tahun. Usia dimana seseorang sudah lulus dari SMA/sederajat maupun perguruan tinggi, untuk bersiap mencari pekerjaan.
Nyatanya hari ini, pemuda makin terseok-seok mencari pekerjaan. Berdasarkan data BPS, per Mei 2026 tercatat sebanyak 7,22 juta orang menganggur, kelompok usia muda mendominasi yakni 17,37 persen. Angka tersebut meningkat 1,36 persen dari bulan sebelumnya, atau bisa diartikan 17 dari setiap 100 orang dalam angkatan kerja usia muda masih menganggur.
Menjadi ironi tersendiri ketika pemuda, yang notabene secara fisik masih bugar dan kuat belum kunjung bekerja. Tapi hal tersebut juga tidak bisa disalahkan saat mencari pekerjaan di Indonesia bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami. Janji pemerintah memberikan peluang lapangan kerja yang luas tak kunjung terealisasi.
Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, DPR: Persatuan Tak Boleh Berhenti Jadi Semboyan
Dalam debat Cawapres pada 22 Desember 2023 lalu, Gibran Rakabuming Raka bahkan menjanjikan 19 juta lapangan kerja baru selama periode lima tahun kepemimpinan. Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, janji tinggal janji dan tak terbukti.
Raka (23), menjadi salah satu potret pemuda yang terseok-seok mencari kerja. Dalam wawancaranya bersama salah satu media online terkemuka di Indonesia, Rabu (28/9/2026) di tengah kerumunan bursa kerja di Jakarta Selatan, ia bercerita sudah setahun lulus kuliah tapi belum juga menerima panggilan kerja. Di tengah kekecewaannya Raka memilih bertahan dengan cara yang bisa dikendalika. Terus belajar hal baru melalui pelatihan daring dan memperbarui portofolio-nya.
Sumpah Pemuda yang diikrarkan 98 tahun lalu diperingati secara berbeda tahun ini. Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai daerah. Tercatat sejak Rabu (28/10/2026) pagi akun media sosial dari elemen mahasiswa di 8 daerah menyebut akan turun ke jalan.
Turunkan Biaya Pendidikan, Sediakan Lapangan Pekerjaan BerkualitasTuntutan yang disuarakan hampir sama. Mengutip dari akun media sosial BEM Universitas Indonesia, satu diantaranya adalah "Turunkan Biaya Pendidikan, Berikan Akses Layanan Dasar yang Merata dan Sediakan Lapangan Pekerjaan yang Berkualitas".
Baca Juga: 10 Tokoh Sumpah Pemuda dan Perannya dalam Sejarah Indonesia
Pemerintah memang seharusnya bertanggung jawab akan kesejahteraan hidup masyarakat.
Memastikan warga memiliki pekerjaan adalah hal yang paling dasar. Mengutip bahasa kekinian para pemuda: In This Economy, menurunkan gaya hidup pun nyatanya tak mengubah biaya hidup yang kian hari kian tinggi.
Lantas akankah ikrar Sumpah Pemuda yang bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan, masih lantang disuarakan oleh para pemuda, atau justru terasa kelu untuk
diucapkan?
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- sumpah pemuda
- pemuda
- mencari kerja
- pekerjaan
- who






Komentar (0)