19 Orang Terlibat Tawuran Maut di Kebon Jeruk Ditangkap

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 19 orang yang diduga terlibat dalam tawuran maut di Jalan Salman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang menewaskan satu orang pada Senin (26/10/2026) dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengungkapkan, 19 orang yang diamankan terdiri dari tujuh orang dewasa dan 12 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Advertisement

BACA JUGA: Cegah Tawuran di Jakarta, Polisi Amankan 16 Orang

“Penyidik masih mendalami peran masing-masing dalam rangkaian peristiwa tersebut,” ujar Nasriadi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi empat orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap korban. Tiga orang diduga melakukan pembacokan, sedangkan satu orang lainnya diduga menyiramkan air keras.

“Sementara itu, satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO),” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.

Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dugaan keterlibatan empat kelompok yang dikenal dengan nama Popeye, Batavia, Bonsal, dan Samudra. Keempat kelompok tersebut diduga memanfaatkan media sosial untuk mengatur pertemuan, mengajak anggota, dan memprovokasi aksi saling serang.

Polisi juga mengamankan empat akun media sosial beserta para adminnya yang diduga berkaitan dengan pengorganisasian aksi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para admin diduga menggunakan akun yang dikelola untuk mengunggah ajakan tawuran, menghimpun anggota, serta menyiarkan dan merekam kejadian melalui fitur siaran langsung.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan mengatakan, penyidik masih mendalami motif di balik aksi tersebut. Salah satu dugaan yang ditelusuri adalah keinginan memperoleh eksistensi di media sosial, termasuk kemungkinan keuntungan dari siaran langsung.

“Kami masih mendalami motif di balik aksi tersebut. Salah satu dugaan yang sedang ditelusuri adalah keinginan untuk memperoleh eksistensi di media sosial, termasuk kemungkinan keuntungan dari siaran langsung,” kata Edy.

Edy menjelaskan, penyidik mendalami peran setiap orang yang diamankan, mulai dari mereka yang diduga melakukan kekerasan secara langsung hingga pihak yang diduga merencanakan atau menggerakkan tawuran.

“Penanganan perkara dilakukan dengan membedakan peran setiap orang yang diamankan, mulai dari mereka yang diduga melakukan kekerasan secara langsung hingga pihak yang diduga merencanakan atau menggerakkan tawuran,” jelas Edy.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Preview Venezia vs Inter Milan: Rebut Takhta Lagi!
• 16 jam lalu
0
thumb
Samuel Sueken Akui Tak Pernah Lihat Ijazah Jokowi, tapi Yakin Asli: Saya Percaya Lembaga Negara
• 7 jam lalu
0
thumb
Polisi Gerebek Kampung Berlan Jaktim, 7 Orang Positif Narkoba
• 23 jam lalu
0
thumb
Xabi Alonso Siap Selebrasi di Anfield, Chelsea Tantang Liverpool tanpa Joao Pedro
• 11 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan Singapura Bentuk Satgas Bersama Tangani Karhutla
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.