Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Lapangan Upacara Mabesad, Jakarta, Rabu (28/1).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan negara atas jasa dan prestasi luar biasa dalam pelaksanaan tugas. Tandyo menegaskan, penghargaan itu harus menjadi pemacu bagi satuan penerima untuk mempertahankan prestasi dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/TK/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 5 Oktober 2026 dan ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Samkaryanugraha merupakan tanda kehormatan yang dianugerahkan Presiden kepada kesatuan TNI, institusi pemerintah, atau organisasi yang berjasa besar dalam operasi militer atau pembangunan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Dalam amanatnya, Tandyo menekankan bahwa penghargaan negara harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi satuan penerima. Penganugerahan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bagi prajurit untuk menjaga kehormatan satuan dan meningkatkan kualitas pengabdian.
“Upacara penganugerahan tanda Kehormatan Samkaryanugraha bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda, agar menjadi nilai sejarah dan kenangan bagi kalian. Penghargaan ini memiliki nilai kehormatan yang tinggi dan patut disyukuri dengan penuh kebanggaan. Penghargaan negara ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk menunjukkan pengabdian yang lebih baik,” tegas KSAD.
Empat Satuan TNI AD Penerima SamkaryanugrahaEmpat satuan TNI AD yang menerima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha adalah:
Pusdiklatpassus.
Satuan 81 Kopassus.
Yonif 502/Ujwala Yudha Brigif 18/Trisula Divif 2/Kostrad.
Yon Taipur Kostrad.
Tandyo menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para prajurit dari satuan penerima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dedikasi, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme yang mereka tunjukkan secara konsisten dalam menjalankan tugas.
Keberhasilan itu juga mencerminkan kerja sama dan soliditas seluruh anggota dalam mencapai tujuan bersama.
Tandyo mengingatkan penghargaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan tanggung jawab untuk mempertahankan capaian dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Kehormatan tersebut harus memotivasi setiap prajurit untuk menjaga nama baik satuan dan memberikan kontribusi terbaik dalam setiap penugasan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi objektif terhadap berbagai kekurangan. Setiap tantangan, kata dia, perlu menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat kesiapan satuan menghadapi tugas berikutnya.
Kepada para komandan satuan, Tandyo berpesan agar terus membangun lingkungan yang menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, dan kehormatan TNI AD beserta prajuritnya.
Dengan demikian, Samkaryanugraha tidak hanya menjadi kebanggaan bagi satuan penerima, tetapi juga pengingat bagi seluruh anggota untuk menjaga profesionalisme dan terus meningkatkan prestasi.






Komentar (0)