PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang penerbitan saham baru atau rights issue sebelum melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penerbitan saham baru kemungkinan menjadi salah satu tahapan sebelum IPO.
“Prosesnya sepertinya akan seperti itu [right issue sebelum IPO]. Tapi itu nanti akan dibahas lagi kemudian,” ujar Jeffrey usai konferensi pers RUPSLB di gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10).
Meski begitu, katanya, penerbitan saham baru harus mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
“Karena untuk melakukan penerbitan saham baru, tentu dibutuhkan lagi persetujuan dari para pemegang saham,” ujarnya.
Jeffrey belum bisa memastikan kapan RUPSLB lanjutan tersebut akan digelar. Jadwalnya masih bergantung pada kesiapan proses yang berjalan. “Belum tahu, kami belum tahu,” lanjut Jeffrey.






Komentar (0)