HARIAN.FAJAR.CO.ID, PINRANG – Kader senior Partai Golkar Abdillah Natsir menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi Golkar di DPRD Kabupaten Pinrang pada pemilu mendatang.
Jika dipercaya memimpin partai berlambang pohon beringin itu, ia berharap Golkar mampu meningkatkan kekuatan politiknya dari enam menjadi 10 kursi.
Target tersebut disampaikan Abdillah di tengah dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Pinrang.
Namanya menjadi salah satu figur yang menguat dalam bursa calon ketua bersama Syamsuri dan Hastan Mattanete.
Menurut Abdillah, Golkar Pinrang memiliki modal politik yang cukup kuat untuk memperbesar keterwakilannya di parlemen daerah.
Karena itu, perolehan enam kursi saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar partai lebih berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan daerah.
“Golkar Pinrang ini punya potensi. Dengan enam kursi, itu harus lebih powerful lagi. Kita berharap dengan ketua yang baru, paling tidak Golkar itu harusnya sampai 10 kursi,” kata Abdillah.
Ia menegaskan bahwa target peningkatan kursi tersebut tidak boleh berhenti sebagai janji politik dalam Musda.
Sasaran itu, menurut dia, perlu menjadi komitmen yang mengikat antara ketua DPD Golkar Pinrang terpilih dan Ketua DPD Golkar Sulsel.
“Target itu harus menjadi fakta integritas antara ketua Golkar Pinrang yang kelak akan memimpin dengan ketua DPD Golkar Sulsel,” ujarnya.
Bagi Abdillah, komitmen tersebut penting agar kepemimpinan Golkar di tingkat kabupaten memiliki ukuran kinerja yang jelas.
Peningkatan kursi DPRD menjadi salah satu tolok ukur untuk menilai kemampuan ketua terpilih dalam mengonsolidasikan kader, memperkuat organisasi, dan menggerakkan mesin partai menghadapi pemilu berikutnya.
Ia juga menilai Pinrang memiliki nilai strategis bagi Golkar Sulsel karena daerah tersebut memiliki sejarah panjang dengan sejumlah tokoh partai yang berkiprah di tingkat provinsi hingga nasional.
“Pinrang ini juga basis. Kenapa basis? Golkar dari dulu ada Pak Idrus Marham, ada Pak Syamsul Bachri, ada saya, dan beberapa tokoh yang memang dari DPP Golkar sampai DPD I banyak menjadi penggerak,” tuturnya.
Dengan modal sejarah dan keberadaan tokoh-tokoh tersebut, Abdillah menilai Golkar Pinrang memiliki ruang untuk memperluas dukungan politik.
Ia menginginkan peningkatan perolehan kursi DPRD menjadi agenda utama kepengurusan baru, bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi.
Sebelumnya, Abdillah juga mengaku telah menemui Ketua DPD Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), untuk menyampaikan sikapnya terkait dinamika suksesi kepemimpinan Golkar Pinrang.
Dalam pertemuan itu, ia menyatakan kesiapannya berkompetisi apabila mendapat izin dan kepercayaan dari pimpinan partai di tingkat provinsi.
“Insyaallah kalau Pak Ketua (IAS) mengizinkan saya maju dan diberikan amanah, saya bertarung,” ujarnya.
Selain namanya, dua kader lain yang disebut dalam dinamika suksesi pemimpin Golkar Pinranf ialah Wakil Ketua DPRD Pinrang, Syamsuri, dan Anggota DPRD Pinrang, Hastan Mattanete.
Abdillah menegaskan dirinya siap menggerakkan mesin partai apabila memperoleh mandat untuk memimpin Golkar Pinrang.
“Kalau saya sudah sampaikan langsung ke Pak Ketua (IAS) bahwa kalau diizinkan dan saya diberi amanah, saya siap untuk gerakkan Golkar Pinrang,” tegasnya.
*Rekam Jejak Abdillah Natsir
Abdillah Natsir merupakan politikus senior Golkar asal Kabupaten Pinrang yang memiliki pengalaman dalam kepengurusan partai di tingkat provinsi dan pusat. Ia juga dikenal sebagai pengusaha dan tokoh organisasi perantau Pinrang serta pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan (PB Ikami Sulsel).
Dalam kontestasi elektoral, Abdillah tercatat tiga kali maju sebagai calon anggota DPR RI melalui daerah pemilihan Sulawesi Selatan III, yakni pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024. Namun, tiga kali pencalonan tersebut belum mengantarkannya ke Senayan.
Pada Pemilu 2024, ia memperoleh 27.585 suara di Kabupaten Pinrang. Setelah itu, Abdillah maju sebagai calon Wakil Bupati Pinrang mendampingi Ahmad Jaya Baramuli dengan dukungan PKB, PDIP, Gelora, PAN, Hanura, dan PPP.(ams)






Komentar (0)