Flavio Bolsonaro, senator Brasil yang juga capres dalam pilpres tahun ini, dilaporkan telah meninggalkan negaranya menuju ke Amerika Serikat (AS). Flavio berhasil kabur ke AS meski telah dicegah ke luar negeri oleh perintah pengadilan yang dirilis setelah kekalahannya dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dalam pilpres.
Flavio yang merupakan anak mantan Presiden Jair Bolsonaro ini, menolak untuk mengakui kekalahannya dan menegaskan akan berupaya membatalkan hasil pilpres tahun ini.
Dalam pernyataan yang dirilis Senin (26/10) waktu setempat, Flavio mengatakan bahwa seorang hakim Mahkamah Agung telah memerintahkan dirinya untuk menyerahkan paspor-paspor miliknya dan melarangnya ke luar negeri.
Flavio juga menegaskan bahwa dirinya tidak berniat untuk pergi meninggalkan Brasil usai kalah pilpres.
Diketahui bahwa Flavio, yang seorang Senator dari kubu sayap kanan ini, sedang diselidiki atas dugaan korupsi dan pencucian uang. Kekalahannya dalam pilpres berarti dia kehilangan imunitas parlementernya.
Laporan media-media terkemuka AS, seperti CNN dan Washington Post, yang masing-masing mengutip sumber anonim, seperti dilansir AFP, Rabu (28/10/2026), menyebutkan bahwa Flavio yang berusia 45 tahun ini telah tiba di Amerika Serikat. Namun belum diketahui di mana tepatnya dia mendarat.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada Selasa (27/10) bahwa pihaknya akan menerbitkan visa bagi Flavio dan keluarganya, namun tanpa mengonfirmasi rencana perjalanannya.
Seorang sumber kepolisian Brasil menuturkan kepada AFP bahwa paspor Brasil maupun paspor diplomatik milik sang Senator telah dibatalkan.
"Tidak ada catatan resmi mengenai kepergian Flavio Bolsonaro dari negara tersebut," tegas sumber kepolisian tersebut.
(nvc/dhn)






Komentar (0)