Jakarta, VIVA – Politikus sayap kanan dan mantan calon presiden Flavio Bolsonaro dilaporkan kabur dari Brasil dan sudah dalam perjalanan via udara ke Amerika Serikat usai kalah pilpres, menurut laporan La Nacion pada Selasa (27/10/2026).
Seorang pejabat AS juga mengonfirmasi bahwa Bolsonaro saat ini ada dalam penerbangan menuju AS.
Surat kabar Folha de S. Paulo melaporkan bahwa Bolsonaro hendak kabur ke AS via Argentina. Orang-orang terdekatnya telah mendapat kabar soal kepergiannya, kata laporan itu. Saat ini, pihak kepolisian melakukan inspeksi di perbatasan Brasil-Argentina.
Menurut dinas imigrasi Argentina, Bolsonaro tidak tercatat secara resmi melewati perbatasannya, menurut surat kabar itu. Keberadaan Bolsonaro beserta keluarganya juga masih belum diketahui.
Dalam putaran kedua Pilpres Brasil 2026, Minggu (25/10/2026), pesaing Bolsonaro sekaligus petahana Luis Inacio Lula da Silva menang. Flavio Bolsonaro awalnya menegaskan tak akan mengakui hasil pemilu dan akan menggugat ke pengadilan untuk dibatalkan.
Menurut Folha de S. Paulo, Bolsonaro kemudian urung menggugat hasil pemilu setelah para pendukung dan pengacaranya menjelaskan padanya soal kelemahan aspek hukum serta risiko institusional yang dapat terjadi jika gugatan itu dilanjutkan.
Sebelumnya pada Senin (26/10/2026), pengadilan di Brasil memerintahkan politikus sayap kanan itu untuk menyerahkan paspornya dalam rangka penyelidikan dugaan pencucian uang, menurut laporan portal berita G1.
Bolsonaro menolak keras dugaan tersebut dan menyebutnya sebagai "berita palsu". Flavio Bolsonaro merupakan putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang berkuasa pada periode 2019-2023.
Setelah berkuasa, langkah Jair Bolsonaro dipenuhi oleh berbagai penyelidikan hukum, termasuk tuduhan keterlibatan dalam upaya pembatalan hasil pemilu hingga penetapan status tahanan rumah oleh Mahkamah Agung Brasil. Jair Bolsonaro dan keluarganya adalah sekutu dekat Presiden AS, Donald Trump, yang disokong kalangan sayap kanan. (Ant)





Komentar (0)