Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini mengalami pelemahan. Rupiah kembali melemah saat dolar AS menguat jelang keputusan The Fed.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 28 Oktober 2026, rupiah berada di level Rp18.179 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 23 poin atau setara 0,13 persen dari Rp18.156 per USD pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.025 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan Rp17.905 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Baca Juga :
Dolar AS Capai Level Tertinggi dalam 2 Minggu Jelang Keputusan The Fed(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Rupiah fluktuatif cenderung melemah Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi melemah di rentang Rp18.150 hingga Rp18.200 per dolar AS.
Ibrahim mengatakan, pasar nampaknya masih mengambil posisi wait and see menjelang konferensi pers Ketua the Fed, Kevin Warsh. Warsh akan menyampaikan hasil pertemuan bulanan the Fed pada Kamis dini hari.
Pasar juga menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama the Fed. Terutama untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga.
Menurut Ibrahim, kekhawatiran inflasi di tengah tingginya harga pangan menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah. Hal ini menjadi persoalan ekonomi yang perlu mendapat perhatian, karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi.
"Secara ekonomi, kenaikan harga pangan dapat mendorong inflasi dari sisi penawaran (cost-push inflation), khususnya apabila kenaikan tersebut disebabkan oleh gangguan produksi, perubahan cuaca, distribusi yang tidak lancar, atau meningkatnya biaya transportasi dan pupuk," kata Ibrahim.





Komentar (0)