Kronologi Perwira Kopassus Letda Jihad Tewas akibat Pistol Meletus di Gudang Senjata Jateng , Peluru Tembus Pintu

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Sukoharjo, VIVA – Insiden pistol meletus di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), yang menewaskan Letda Infanteri Jihad Ahmad Al-Rasyid, terungkap bermula saat proses administrasi serah terima dokumen dan senjata.

Korban saat itu berada di luar gudang, menunggu rekannya yang sedang berada di dalam. Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Infanteri Indra Mardianto menjelaskan, insiden yang terjadi pada Sabtu, (24/10/26), tersebut bukan penembakan yang disengaja seperti informasi yang sempat beredar.

Baca Juga :
Misteri Kematian Perwira TNI Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Jateng, Kopassus Ungkap Fakta Mengejutkan
TNI Kerahkan 3 Pesawat Angkut untuk Tangani Karhutla di Kalimantan, Bawa 10 Ton Material OMC

Berdasarkan keterangan sementara dan rekaman kamera pengawas atau CCTV, pistol diduga meletus akibat kelalaian dan ketidaksengajaan.

”Informasi sementara awalnya serah terima beberapa dokumen administratif dan senjata pistol, lokasinya di gudang senjata tersebut,” ujarnya, dikutip Rabu (28/10/26).

Indra menjelaskan, ketika insiden terjadi, Letda Jihad tidak berada di dalam gudang senjata. Ia berada di luar ruangan, sementara seorang rekannya melakukan pengosongan senjata di dalam gudang.

Nahas, pistol tersebut tiba-tiba meletus. Peluru menembus pintu gudang dan mengenai Jihad yang berada di luar hingga menyebabkan perwira pertama TNI AD itu meninggal dunia.

”Terduga berada di dalam gudang melakukan pengosongan senjata, biasanya kokang dengan magazen kosong dan mengarah ke atas atau ke arah yang aman atau ke gun clearing trap. Tiba-tiba senjata meletus mengarah ke pintu, tembus ke arah korban yang berada di luar,” ujar dia.

Indra menegaskan, insiden tersebut merupakan ledakan senjata api jenis pistol di area gudang senjata Grup 2 Kopassus. Ia membantah kabar yang menyebut Letda Jihad tewas ditembak oleh sesama anggota TNI.

”Mengenai kejadian tersebut memang terjadi korban meninggal dunia, namun secara kronologis tidak demikian seperti yang disebutkan dalam berita tewas ditembak,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid di Gudang Senjata Pal (Peralatan) Grup 2 Kopassus, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), menjadi perhatian.

Kopassus menegaskan perwira mereka tersebut meninggal akibat insiden pistol meledak yang diduga terjadi karena kelalaian dan ketidaksengajaan, bukan penembakan seperti narasi yang beredar di media sosial.

Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, menyebut peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/10/26), itu telah terekam kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut diharapkan membantu mengungkap secara jelas apa yang terjadi sebelum insiden yang merenggut nyawa Letda Jihad Ahmad.

Baca Juga :
Revisi UU Peradilan Militer Tak Perlu Tunggu 2 Tahun, Komisi I DPR Tegaskan TNI Tunduk Putusan MK
Kontak Tembak di Nduga, 2 Anggota OPM Tewas! TNI Sita Uang Rp88 Juta
TNI Kontak Tembak dengan KKB di Nduga, 2 Orang Dilaporkan Tewas

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Arab Saudi Akan Simpan Minyak di Singapura
• 23 jam lalu
0
thumb
Imbal Hasil SBN Melambung, Bunga Utang dan Biaya Investasi Menggelembung
• 12 jam lalu
0
thumb
Imbauan KSPI pada Buruh yang Gelar Aksi Hari Ini: Damai Tanpa Kekerasan
• 1 jam lalu
0
thumb
KAI Perhatikan Kesiapan Perjalanan KA di Tengah Perubahan Cuaca
• 2 jam lalu
0
thumb
TOBA Dapat Suntikan Rp7,77 Triliun Dari BlackRock, Duitnya Buat Ini
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.