Ingin Kulit Tetap Kencang saat Menua? Jangan Hanya Fokus pada Kerutan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Standar kecantikan terus berkembang. Jika sebelumnya perawatan estetika kerap dikaitkan dengan perubahan wajah yang terlihat jelas, kini semakin banyak perhatian tertuju pada kualitas kulit, tampilan natural, dan upaya menjaga penampilan agar tetap segar seiring bertambahnya usia.

Pergeseran ini turut mendorong berkembangnya pendekatan preventive aesthetics dan regenerasi kulit. Alih-alih mengejar perubahan instan, perawatan dilakukan untuk membantu menjaga elastisitas, memperbaiki tekstur, serta mendukung proses pembentukan kolagen secara bertahap.

Baca Juga :
Sudah Rutin Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kendur? Ini yang Perlu Diketahui
Mengenal Tes DNA untuk Kesehatan Kulit, Apa Manfaatnya?

Kolagen merupakan salah satu protein utama yang berperan menjaga struktur dan kekencangan kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh cenderung menurun. Dampaknya dapat terlihat melalui munculnya garis halus, berkurangnya elastisitas, hingga kulit yang tampak kendur.

Meski demikian, proses penuaan tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama pada setiap orang. Faktor genetik, paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, pola hidup, dan kondisi kesehatan turut memengaruhi perubahan kulit.

Perawatan kulit dari luar, seperti penggunaan pelembap dan tabir surya, tetap memiliki peran penting. Sementara itu, prosedur estetika tertentu ditujukan untuk menangani perubahan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Pemilihan perawatan perlu mempertimbangkan kondisi kulit, manfaat yang diharapkan, serta risiko medis yang menyertainya.

Mengenal collagen stimulator dan cara kerjanya

Salah satu prosedur yang berkembang dalam bidang estetika regeneratif adalah collagen stimulator. Berbeda dari filler berbahan hyaluronic acid yang umumnya digunakan untuk menambah atau mengembalikan volume, collagen stimulator dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen baru melalui respons jaringan tubuh.

Salah satu bahan yang digunakan dalam kategori ini adalah poly-L-lactic acid (PLLA). Efeknya tidak muncul seketika, melainkan berkembang secara bertahap seiring respons biologis tubuh. Hasil dan durasi manfaatnya dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada produk, teknik penyuntikan, serta kondisi individu.

Dokter estetika dari BMDerma Clinic, dr. Latisha Lubianca M.Biomed (AAM), menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek keamanan sebelum memilih prosedur maupun produk estetika.

"Sebagai praktisi medis, aspek keamanan sebuah produk yang berizin resmi didukung oleh jurnal dan penelitian ilmiah selalu menjadi prioritas tertinggi saya sebelum merekomendasikan sebuah treatment maupun produk ke pasien" tegas dr. Latisha, dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/10/2026).

Baca Juga :
Tinggal di Negara Tropis Bikin Kulit Punya Tantangan Tersendiri, Ini yang Perlu Diperhatikan
Usia Bertambah, Kenali Cara Merawat Kualitas Kulit yang Baik dan Benar
Ingin Kulit Lebih Kencang Tanpa Operasi? Kenali Dulu Bahan PLLA dalam Perawatan Injeksi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemadaman Listrik Bergilir di Makassar Hari Ini 27 Oktober 2026: Dimulai Sore, Cek Wilayah yang Terdampak
• 16 jam lalu
0
thumb
RUU Perampasan Aset Mulai Dibahas, Ini 3 Isu Krusial yang Disorot
• 13 jam lalu
0
thumb
Mendagri Ungkap Rp9 Triliun Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra Berpotensi Dialihkan ke 2027
• 9 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Usul Program MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah, Siswa Bakal Wajib Ujian Makan Gratis?
• 12 jam lalu
0
thumb
Waketum PSSI Zainuddin Amali Minta Appi Jaga Marwah Sepak Bola Sulsel
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.