Jakarta, VIVA – Standar kecantikan terus berkembang. Jika sebelumnya perawatan estetika kerap dikaitkan dengan perubahan wajah yang terlihat jelas, kini semakin banyak perhatian tertuju pada kualitas kulit, tampilan natural, dan upaya menjaga penampilan agar tetap segar seiring bertambahnya usia.
Pergeseran ini turut mendorong berkembangnya pendekatan preventive aesthetics dan regenerasi kulit. Alih-alih mengejar perubahan instan, perawatan dilakukan untuk membantu menjaga elastisitas, memperbaiki tekstur, serta mendukung proses pembentukan kolagen secara bertahap.
Kolagen merupakan salah satu protein utama yang berperan menjaga struktur dan kekencangan kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh cenderung menurun. Dampaknya dapat terlihat melalui munculnya garis halus, berkurangnya elastisitas, hingga kulit yang tampak kendur.
Meski demikian, proses penuaan tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama pada setiap orang. Faktor genetik, paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, pola hidup, dan kondisi kesehatan turut memengaruhi perubahan kulit.
Perawatan kulit dari luar, seperti penggunaan pelembap dan tabir surya, tetap memiliki peran penting. Sementara itu, prosedur estetika tertentu ditujukan untuk menangani perubahan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Pemilihan perawatan perlu mempertimbangkan kondisi kulit, manfaat yang diharapkan, serta risiko medis yang menyertainya.
Mengenal collagen stimulator dan cara kerjanya
Salah satu prosedur yang berkembang dalam bidang estetika regeneratif adalah collagen stimulator. Berbeda dari filler berbahan hyaluronic acid yang umumnya digunakan untuk menambah atau mengembalikan volume, collagen stimulator dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen baru melalui respons jaringan tubuh.
Salah satu bahan yang digunakan dalam kategori ini adalah poly-L-lactic acid (PLLA). Efeknya tidak muncul seketika, melainkan berkembang secara bertahap seiring respons biologis tubuh. Hasil dan durasi manfaatnya dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada produk, teknik penyuntikan, serta kondisi individu.
Dokter estetika dari BMDerma Clinic, dr. Latisha Lubianca M.Biomed (AAM), menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek keamanan sebelum memilih prosedur maupun produk estetika.
"Sebagai praktisi medis, aspek keamanan sebuah produk yang berizin resmi didukung oleh jurnal dan penelitian ilmiah selalu menjadi prioritas tertinggi saya sebelum merekomendasikan sebuah treatment maupun produk ke pasien" tegas dr. Latisha, dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/10/2026).






Komentar (0)