Bos BRIN Lapor 5 Hasil Riset Ke Prabowo: Limbah Sawit-Vaksin Malaria

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria melaporkan lima fokus hasil riset teknologi di beberapa bidang kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (27/10/2026).

Lima hasil riset itu berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pengolahan limbah jadi energi listrik, hingga vaksin malaria.

Menurutnya hasil riset itu diminta agar tidak berhenti pada tahap penelitian, tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.


Baca: Bos BRIN Lapor Prabowo: Limbah Sawit Bisa Hasilkan Listrik 3,9 GW

Berikut beberapa riset yang dipaparkan:

1. Riset Pencegahan Perambatan Api Karhutla

Arif memaparkan bahwa presiden terus memantau perkembangan bencana karhutla juga menekankan pentingnya hasil riset untuk menyelesaikan persoalan saat ini hingga pencegahan di masa depan.

Dalam jangka pendek, BRIN diminta untuk mengembangkan riset jangka pendek untuk meningkatkan kemampuan mitigasi karhutla.

"Salah satunya adalah penelitian untuk mengidentifikasi dan memodelkan pola perambatan api sehingga kita dapat melakukan langkah antisipasi yang lebih baik," kata Arif.

Riset ini sedang dilakukan BRIN di beberapa lokasi di Karhutla.

2. Pemanfaatan Limbah Sawit Untuk Energi Listrik

Di bidang energi, Arif juga melaporkan potensi pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif, melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg).

Arif menjelaskan produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawait di Indonesia mencapai kurang lebih 328,43 juta ton per tahun. Sementara itu, potensi limbah cair dari pengolahan kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) di seluruh Indonesia mencapai sekitar 229,9 juta meter kubik per tahun.

"Jika potensi POME dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan dan dikonversi menjadi listrik, kapasitas energi yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 3,9 gigawatt. Ini merupakan potensi yang cukup besar untuk menghasilkan energi alternatif dari limbah," kata Arif.

Selain itu BRIN juga meneliti penggunaan teknologi baru bernama Metal-Organic Framework (MOF). Itu merupakan material yang berpotensi menyimpan gas dalam jumlah lebih besar dalam tabung.

Menurutnya inovasi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap impor LPG, yang mencapai Rp97 triliun.

"Dengan adanya teknologi yang memungkinkan biogas dikonversi menjadi gas tabung, saya kira hal ini dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia pada masa depan," tuturnya.

Baca: Penanganan Kedaruratan Kontaminasi Cesium 137 Dinyatakan Selesai

3. Vaksin Malaria

Lebih lanjut, Arif juga melaporkan perkembangan riset vaksin termasuk vaksin malaria. BRIN disebut tengah mengembangkan kandidat vaksin malaria. Dalam pengembangannya, BRIN berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan Bio Farma.

"Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin yang sedang dikembangkan di Indonesia," kata Arif.

Menurut Arif, dalam rapat presiden meminta agar proses penelitian dan pengembangan vaksin dipercepat.

"Kami berharap, dengan dukungan penuh dari beliau, pengembangan vaksin tersebut dapat dipercepat hingga tiga tahun dari jadwal yang seharusnya, khususnya untuk vaksin malaria," katanya.

Hal ini penting dilakukan karena ada beberapa parasit malaria yang ditemukan di Indonesia dengan karakteristik yang berbeda. Salah satunya adalah Plasmodium vivax, yang hingga saat ini belum memiliki vaksin yang tersedia.

"Jika kita mampu mengembangkan dan memproduksi vaksin tersebut di Indonesia, hal ini dapat menjadi salah satu kontribusi Indonesia bagi dunia," katanya.

4. Obat Herbal

Arif mengatakan bahwa presiden menekankan bahwa kemandirian obat merupakan hal yang harus segera diwujudkan. Salah satunya adalah obat herbal.

"Saat ini, BRIN memiliki 19 kandidat obat herbal yang diarahkan untuk dapat mencapai status fitofarmaka," katanya.

Dia menjelaskan beberapa obat yang dikembangkan BRIN masih berada pada tahap Obat Herbal Terstandar (OHT). Selanjutnya, kita ingin mendorong obat-obat tersebut agar dapat mencapai status fitofarmaka.

"Untuk mencapai status tersebut, diperlukan berbagai tahapan pengujian, termasuk uji klinis. Saat ini, proses tersebut sedang kami lakukan," katanya.

5. Penanganan Sampah Di Pedesaan

Arif mengatakan BRIN juga diminta berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi untuk memberdayakan perguruan tinggi dalam hal membantu penanganan sampah di wilayah pedesaan.

"BRIN memiliki teknologi penanganan sampah untuk berbagai skala, mulai dari tingkat rumah tangga, desa, kecamatan, hingga kota," katanya.

Lebih lanjut, menurut Arif, presiden mengarahkan agar teknologi untuk skala rumah tangga dan desa segera diimplementasikan sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Karhutla RI Hanguskan 1,9 Juta Ha, Mendekati Rekor 2015

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wall Street Menguat, Rencana IPO Anthropic Dongkrak Saham Teknologi dan AI
• 21 jam lalu
0
thumb
Boyamin Sebut KPK Bakal Panggil Nusron Wahid Besok
• 7 jam lalu
0
thumb
Preview dan Link Live Streaming Roma vs Cagliari, Gasperini: Dybala Kemungkinan Kembali
• 12 jam lalu
0
thumb
Konon, Usul Karhutla Jadi Bencana Nasional Menimbang Kesehatan dan Kemanusiaan
• 9 jam lalu
0
thumb
Demi Tinggal Bareng Lina Mukherjee, Suami Bule Lepas Pekerjaan Lama, Kini Kembangkan Aplikasi Pertemanan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.