Jakarta, VIVA – Sebanyak empat Sekolah Rakyat meraih penghargaan sebagai Penyelenggara Sekolah Rakyat Terbaik dalam ajang Mandaya Awards 2026. Apresiasi ini diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Adapun empat sekolah tersebut, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, SRT 1 Kabupaten Bogor yang ketiganya dari jenjang SMA, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat.
Mandaya Awards 2026 adalah penghargaan bagi berbagai pihak yang dinilai telah memberi kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, badan usaha, hingga masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan. Menurut dia, angka kemiskinan tidak dapat turun dengan sendirinya, tetapi perlu melibatkan banyak pihak. Mulai dari kontribusi kepala desa, dosen, mahasiswa, pengusaha, hingga pimpinan pesantren.
"Di balik turunnya angka kemiskinan ini, ada orang-orang yang mau turun tangan. Para kepala desa yang turun terus ke dusun masing-masing," kata Muhaimin di Ballroom Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
"Bukan yang paling besar lembaganya, juga bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan adalah siapa yang dampaknya nyata dan dibuktikan," sambungnya.
Dia mengungkapkan, berdasarkan data BPS 2026, tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen. Sedangkan kemiskinan ekstrem turun dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa.
"Artinya, dalam dua tahun ini sekitar 1,1 juta saudara kita keluar dari kemiskinan ekstrem," jelas Muhaimin.
Selain itu, Muhaimin mengatakan, pemerintah juga berkoordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui pendidikan, pembiayaan usaha, pendampingan desa, dan program lainnya. Salah satunya melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang kini diikuti 44.200 anak.
"Ada satu cerita yang paling menarik dan membanggakan bahwa hari ini 44 ribu anak-anak yang terlantar dan kurang beruntung dari keluarga yang paling miskin, hari ini telah bersekolah di Sekolah Rakyat dengan fasilitas yang lengkap dan memadai," ujarnya.
Menurut Muhaimin, para murid telah menunjukkan perkembangan positif setelah bersekolah di Sekolah Rakyat.
"Saya sendiri amat sangat kaget, 6 bulan yang lalu dibanding dengan yang sekarang, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi, hari ini sudah mengalami berbagai kemajuan," katanya.






Komentar (0)