Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi terus digencarkan. Salah satunya dengan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Pada Selasa, 27 Oktober 2026, pemantauan OMC mencakup empat provinsi, sedangkan operasi dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam rilis resmi, Selasa, 27 Oktober 2026.
Baca Juga :
Update Data ISPU KLH: Udara 3 Kabupaten di Kalteng Berbahaya"Operasi di Kalimantan Tengah didukung lima pesawat, termasuk Hercules, dengan sasaran wilayah Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan. Adapun operasi di Sumatera Selatan didukung tiga pesawat dengan sasaran Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Banyuasin," jelas dia. Hujan Guyur di Lokasi Sasaran OMC Berdasarkan laporan yang dihimpun, hujan terjadi di sejumlah wilayah sasaran. Di Kalimantan Tengah, hujan dilaporkan terjadi di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, dan Pulang Pisau.
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, pada Senin (26/10) Sumber foto : Tim OMC Kalimantan Tengah
Kemudian di Sumatra Selatan, hujan terjadi di sebagian besar wilayah, dengan intensitas deras dilaporkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Sementara itu, hujan juga dilaporkan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
Pemerintah mengoptimalkan pelaksanaan OMC dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan. Koordinasi dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung penanganan karhutla, khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.





Komentar (0)