AS-Kanada Diskusikan Pemangkasan Tarif Impor Baja dan Otomotif

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat dan Kanada sedang melakukan pembicaraan terkait pengurangan tarif AS atas impor produk baja dan mobil asal Kanada.

Mengutip sumber dari kedua negara, pihak negosiator AS sedang mempertimbangkan untuk memberikan keringanan kepada Kanada dengan menurunkan tarif sebesar 50 persen untuk produk baja dan 25 persen untuk sektor otomotif.

Melansir sumber dari pihak Kanada, kesepakatan itu berpeluang dapat terealisasikan sebelum pemilu sela Kongres AS yang terjadwal pada 3 November 2026.

Namun, AS ingin Kanada memberikan konsesi lebih lanjut, kata sumber AS.

Mengingat keringanan itu akan berlaku untuk tarif yang dikelola Departemen Perdagangan AS, maka Howard Lutnick Menteri Perdagangan AS yang akan menjadi pusat pembicara, bukan Jamieson Greer perwakilan perdagangan AS.

Laporan itu juga menyoroti Lutnick akhir-akhir ini telah menjalin kontak lebih erat dengan Dominic LeBlanc Menteri Perdagangan Kanada-AS sekaligus Menteri Urusan Antar-Pemerintah Kanada.

“Kanada tetap terlibat dalam dialog konstruktif dengan mitra kami di AS mengenai berbagai prioritas. Kami siap bekerja secara konstruktif serta dengan itikad baik mewujudkan hubungan perdagangan yang lebih saling menguntungkan dan menghormati kepentingan Kanada,” kata juru bicara LeBlanc, dilansir Antara.

Sebelumnya, hubungan AS dan Kanada mengalami ketegangan sejak 2025 akibat perselisihan perdagangan dan dampak diplomatik yang lebih luas.

Pada Agustus 2026, perundingan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu dan AS mulai memberlakukan tarif sebesar 50 persen atas barang-barang asal Kanada senilai 20 miliar dolar AS.

Langkah AS itu dibalas Kanada dengan menargetkan sektor baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, bubur kertas dan kertas, serta produk elektronik AS.

Rabu (21/10/2026), Mark Carney Perdana Menteri Kanada menyampaikan pemerintahnya bersedia melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan AS, hanya jika AS siap melakukannya dengan itikad baik.(ant/fia/iss/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Singapura dan Malaysia Perbarui Kerja Sama Energi, Perkuat Perdagangan Listrik dan Pengembangan Energi Terbarukan
• 5 jam lalu
0
thumb
Cerita Bengkel soal Volvo Lawas yang Bikin Pemiliknya Selamat dari Kecelakaan
• 7 jam lalu
0
thumb
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas 8 Persen, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak
• 23 jam lalu
0
thumb
Review Love In Disguise, Drakor Thriller-Romance yang Penuh Teka-teki
• 4 jam lalu
0
thumb
Menko Yusril Sebut Definisi Keuangan Negara Perlu Diperjelas
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.