CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Kota Makassar menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap forum nasional ini memperkuat industri musik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi musisi lokal.
"Merupakan suatu kebanggan Kota Makassar mendapat kepercayaan tuan rumah KMI 2026. Ini mempertemukan ratusan insan musik dari berbagai daerah ini menjadi ruang untuk membahas masa depan industri musik Indonesia," jelas Munafri.
Pernyataan yang disampaikan pria yang akrab disapa Appi itu saat pembukaan KMI 2026 bertema Gerak Seirama di Hotel Claro, Makassar, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang digelar Kementerian Kebudayaan bersama Indonesia World Music Series ini membahas penguatan ekosistem musik, perlindungan kekayaan intelektual (IP), pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan akses pasar.
Appi menilai musik berpotensi menjadi sektor ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi para pelakunya.
"Jangan hanya menjadi wilayah seni, tetapi ini bisa menjadi mesin ekonomi baru untuk memastikan musik menghasilkan nilai ekonomi yang baik bagi para musisi," imbuhnya.
Menurutnya, perkembangan platform digital dan kecerdasan buatan membuka peluang bagi musisi lokal untuk menjangkau pasar internasional. Namun, peluang tersebut perlu didukung perlindungan hak cipta, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan pemerataan kesempatan bagi musisi daerah.
Ia juga mendorong kolaborasi musik dengan sektor kreatif lain, seperti film, tari, dan seni pertunjukan, untuk memperluas pasar serta meningkatkan nilai ekonomi karya lokal.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menilai KMI 2026 menjadi kesempatan bagi musisi lokal untuk memperluas jejaring dan meningkatkan daya saing.
"Pelaksanaan KMI 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi bagi para insan musik, tetapi juga menghadirkan peluang nyata bagi musisi lokal untuk mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring, dan membawa karya mereka ke tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.
Aliyah menambahkan, kekayaan budaya dan talenta musik Makassar perlu didukung melalui ruang berekspresi, kolaborasi, serta akses yang lebih luas ke industri musik.
Pemerintah Kota Makassar berharap konferensi ini menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat industri musik, melindungi hak musisi, dan memperkenalkan identitas budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, serta sejumlah pejabat kementerian dan jajaran Pemerintah Kota Makassar.





Komentar (0)