Proyek Abadi Masela Mulai Produksi 2029, Kapasitas LNG 9,5 Juta Ton per Tahun

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Proyek dengan nilai investasi sekitar USD22 miliar tersebut dirancang menghasilkan LNG sebanyak 9,5 juta ton per tahun.

Proyek Abadi Masela Mulai Produksi 2029, Kapasitas LNG 9,5 Juta Ton per Tahun (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan proyek LNG Abadi Blok Masela berproduksi mulai 2029. 

Proyek dengan nilai investasi sekitar USD22 miliar tersebut dirancang menghasilkan LNG sebanyak 9,5 juta ton per tahun.

Baca Juga:
Blok Masela Diperkirakan Beri Kontribusi Rp2.477 Triliun ke Ekonomi RI

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, seluruh pekerjaan Front-End Engineering Design (FEED) diselesaikan pada Oktober lalu dan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan proyek Abadi Masela. 

Pekerjaan itu bahkan rampung tiga bulan lebih cepat dibandingkan jadwal awal yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Baca Juga:
Sejarah dan Profil INPEX Corporation, Perusahaan Jepang yang Terlibat di Proyek Blok Masela

"Produksi gas dari proyek Abadi ini direncanakan akan mulai beroperasi secepatnya. Kalau bisa 2029 bagus, 2030 bagus, atau paling telat jangan jauh-jauh dari akhir 2030," ujarnya dalam acara INPEX-FEED Completion Ceremony, di Pacific Place, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dia menjelaskan, proyek Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi gas sebesar 1.380 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari jumlah ini, gas akan diolah menjadi LNG dengan kapasitas produksi 9,5 MTPA (Million Tonnes Per Annum / juta ton per tahun). 

Baca Juga:
Tugu Insurance Ditunjuk Jadi Pemimpin Konsorsium Asuransi Proyek Strategis Blok Masela

Selain LNG, proyek tersebut juga ditargetkan menghasilkan gas pipa untuk kebutuhan domestik sebesar 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta kondensat sebanyak 35.000 barel per hari.

Djoko menilai, pengembangan proyek Masela memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, terutama melalui peningkatan pasokan gas untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik.

Dia mengungkapkan, pemerintah telah menyetujui alokasi gas domestik dari proyek tersebut, termasuk pasokan gas pipa untuk PT Pupuk Indonesia (Persero) serta LNG untuk PT PLN (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan alokasi ekspor LNG dari proyek Masela sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan energi nasional sekaligus penjualan gas ke pasar internasional.

"Proyek Abadi ini merupakan proyek yang sangat ditunggu oleh semua pihak, baik negara, bangsa, masyarakat, terutama masyarakat Maluku dan masyarakat Indonesia pada umumnya," katanya.

Sebelumnya, proyek Abadi Masela telah menjalani peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Presiden Republik Indonesia pada Juli 2026.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah jadi Rp 720 T, Salah Satunya karena Bencana
• 4 jam lalu
0
thumb
DJP Hapus Sanksi Pajak 100%, Ini Cara Pengajuannya Lewat Coretax
• 17 jam lalu
0
thumb
15 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026, Penuh Semangat Persatuan dan Cinta Tanah Air
• 19 jam lalu
0
thumb
Begini Usulan Mahasiswa UI untuk RUU Perampasan Aset
• 22 jam lalu
0
thumb
Viktor Laiskodat Dorong Pendidikan Berbasis Potensi Lokal di Kupang
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.