Bangkok (ANTARA) - Thailand telah memutuskan untuk mengurangi pajak cukai bahan bakar gasohol E20 dan biodiesel B20 selama tiga bulan untuk mendukung para petani, operator transportasi, dan konsumen.
Berdasarkan kebijakan itu, pajak cukai bagi gasohol E20 akan dikurangi sebesar 5,60 baht (sekitar Rp3.000) per liter, sementara pajak untuk biodiesel B20 dikurangi sebesar 5,50 baht (sekitar Rp2.900) per liter, jelas Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada Selasa.
Pemerintah Thailand berencana mengevaluasi kembali kebijakan tersebut setelah tiga bulan periode pertama berakhir.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri itu menambahkan pemotongan pajak tersebut bertujuan untuk meringankan biaya hidup masyarakat dan meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian yang digunakan untuk produksi bahan bakar nabati (biofuel).
Selain itu, Kementerian Energi Thailand telah menerima aturan mengenai pengurangan pajak itu dan akan mengadakan pertemuan pada Selasa sore untuk menetapkan harga eceran di stasiun pengisian bahan bakar.
Sumber: TNA-MCOT
Berdasarkan kebijakan itu, pajak cukai bagi gasohol E20 akan dikurangi sebesar 5,60 baht (sekitar Rp3.000) per liter, sementara pajak untuk biodiesel B20 dikurangi sebesar 5,50 baht (sekitar Rp2.900) per liter, jelas Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada Selasa.
Pemerintah Thailand berencana mengevaluasi kembali kebijakan tersebut setelah tiga bulan periode pertama berakhir.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri itu menambahkan pemotongan pajak tersebut bertujuan untuk meringankan biaya hidup masyarakat dan meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian yang digunakan untuk produksi bahan bakar nabati (biofuel).
Selain itu, Kementerian Energi Thailand telah menerima aturan mengenai pengurangan pajak itu dan akan mengadakan pertemuan pada Selasa sore untuk menetapkan harga eceran di stasiun pengisian bahan bakar.
Sumber: TNA-MCOT






Komentar (0)