Shopee mencatat jumlah produk lokal yang menjangkau pasar internasional melalui program Shopee Ekspor sudah mencapai 90 juta. Capaian tersebut berasal dari tahun 2019 hingga Oktober 2026.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menjelaskan negara-negara yang menjadi tujuan ekspor meliputi kawasan ASEAN, Taiwan hingga Brasil.
“Sejak 2019, mulai dari masa sebelum pandemi COVID-19 hingga 2025 dan sampai hari ini, program tersebut telah memfasilitasi lebih dari 90 juta produk lokal untuk menjangkau pasar di seluruh dunia,” kata Balques dalam peluncuran Jalan Global Kreasi Lokal di Jakarta, Selasa (27/10).
Di samping ekspor reguler, Shopee juga memiliki program Shopee Ekspor Flexi yang diluncurkan pada 2025. Di program tersebut, seller atau penjual bisa menentukan harga sendiri. Balques menjelaskan hal itu ditujukan agar UMKM bisa naik kelas.
“Itu diberikan disuruh keluasan, para UMKM untuk percaya diri, untuk upscale, untuk bisa punya sense bahwa saya mengerti pasar saya dan saya, ini untuk dijual produk saya. Jadi itu yang kita coba,” ujar Balques.
Balques menilai potensi ekspor produk lokal Indonesia masih besar. Namun, pelaku usaha masih membutuhkan dukungan mulai dari pemenuhan standardisasi dan sertifikasi produk, akses pembayaran dan logistik, fleksibilitas harga dan promosi, hingga pemahaman mengenai karakteristik pasar negara tujuan.
Untuk itu, kata Balques, salah satu cara Shopee adalah menghadirkan sejumlah program pendampingan agar penjual lokal bisa meningkatkan kemampuan dan kesiapan untuk mengembangkan bisnis melalui kelas ekspor.
“Ada pemahaman pasar, ada juga optimalisasi performa toko, ekspor Flexi. Tiga kelas pelatihan intensif ini sudah bisa dilakukan di 2 Oktober dan alhamdulillah sudah diikuti 1.500 penjual,” ungkapnya.
Selain pelatihan, Balques juga menyiapkan program market immersion ke Malaysia bagi penjual yang terpilih. Nantinya, para penjual dapat mempelajari secara langsung tren pasar, preferensi konsumen, serta persaingan produk di negara tujuan ekspor.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik pasar menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jangkauan bisnis ke luar negeri. Dalam hal ini, penjual perlu memahami budaya, regulasi, dan kebutuhan konsumen di negara tujuan agar produk yang ditawarkan dapat bersaing.
“Nantinya, para penjual yang terpilih nantinya bisa melihat secara langsung tren pasar, preferensi konsumen, serta mempelajari persaingan di pasar tujuan ekspor,” ujar Balques.
Terkait produk Indonesia yang paling banyak diminati pasar luar negeri, Balques menuturkan ada fashion, perlengkapan rumah tangga sampai kerajinan tangan.
“Ya perlengkapan rumah tangga atau batik. Batik kita juga alhamdulillah cukup mendunia sama perlengkapan rumah tangga juga seperti itu. Kalau fashion banyak ada yang sport-nya juga, ada yang aksesoris olahraga. Terus kemudian kerajinan tangan juga karena kita satu-satunya yang cukup autentik ya,” tutur Balques.






Komentar (0)