Sampit: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai menipis setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama sekitar satu jam pada Selasa pagi. Warga berharap hujan kembali turun dengan intensitas lebih tinggi dan merata agar kabut asap segera hilang.
Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 27 Oktober 2026, hujan dengan intensitas ringan tersebut turun setelah Sampit berbulan-bulan diselimuti kabut asap karhutla. Meski tidak berlangsung lama dan tidak terlalu deras, hujan membuat kabut asap yang sebelumnya menyelimuti kota terlihat menipis.
Baca Juga :
Kualitas Udara Penajam dan Sepaku Kaltim BerbahayaWarga berharap hujan dapat kembali turun secara rutin dengan intensitas lebih tinggi dan merata. Dengan demikian, kabut asap akibat karhutla dapat segera menghilang dan kualitas udara di Sampit kembali membaik.
Namun, turunnya hujan belum membuat kualitas udara di wilayah tersebut kembali normal. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara Kota Sampit hingga Selasa siang masih berada di atas ambang batas normal dan tergolong sangat berbahaya bagi kesehatan.





Komentar (0)