JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI mencatat kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki di Indonesia menunjukkan penurunan menjadi 20,27 persen pada 2025, dari sebelumnya 21,89 persen.
“Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan menurun dari 21,89 persen menjadi 20,27 persen pada tahun 2025,” kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam pemaparan capaian kementeriannya selama dua tahun terakhir di kantornya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain penurunan kesenjangan upah, keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan juga mengalami peningkatan. Persentase perempuan yang menduduki posisi manajerial naik dari 35,49 persen menjadi 36,68 persen.
BACA JUGA:Manajer Kopdes Merah Putih Bisa Digaji Rp9,3 Juta, Ini Penjelasan Kemenkop
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja dan menduduki posisi strategis mulai membaik.
"Artinya, kesempatan perempuan dalam dunia kerja dan kepemimpinan mulai menunjukkan perbaikan. Tentu perubahan ini merupakan hasil kerja bersama banyak pihak," imbuhnya.
Namun, dia menilai masih ada berbagai tantangan yang perlu diselesaikan.
Sebagian perempuan masih menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan, sementara perempuan yang telah memiliki usaha juga terkendala akses permodalan dan pemasaran produk.
“Banyak perempuan ingin bekerja, mengembangkan usaha atau menjadi pemimpin, tetapi kesempatan mereka belum selalu sama,” ujar dia.
BACA JUGA:Modus Eks Manajer Bank di Cikarang Bobol KUR Fiktif, Negara Rugi Rp3,92 Miliar
Untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi perempuan, pemerintah terus mendorong kebijakan dan program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membantu pelaku usaha memperoleh legalitas serta mengakses pasar.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan usaha bagi 102 perempuan di Yogyakarta.
Dari kegiatan itu, sebanyak 10 pelaku usaha memperoleh nomor induk berusaha (NIB), sementara tiga mitra pembeli berhasil dijangkau.
BACA JUGA:SK Manajer Kopdes Sudah Terbit, Dudung: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Segera Beroperasi
Menurutnya, dukungan terhadap perempuan yang ingin mengembangkan usaha perlu mencakup akses yang lebih luas agar mereka dapat memperoleh penghasilan dan mencapai kemandirian ekonomi.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)