Militer Yordania menyatakan telah menyerang kelompok militan di negara tetangga, Suriah. Serangan tersebut sebagai balasan atas serangan mematikan oleh kelompok militan Suriah terhadap sebuah gereja pekan lalu.
Dilansir AFP, Selasa (27/10/2026), serangan balasan ini dilakukan beberapa jam setelah pihak berwenang menangkap tiga pria yang dituduh sebagai pelaku penyerangan gereja di Yordania tersebut.
Pada Senin malam, militer Yordania mengumumkan serangan balasan di Suriah bagian selatan. Mereka menyatakan bahwa jet-jet angkatan udara telah "menghancurkan beberapa posisi kelompok militan" serta menewaskan dan melukai "sejumlah anggota" kelompok yang memiliki keterkaitan dengan para pelaku serangan gereja tersebut.
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan adanya "beberapa ledakan" di provinsi Daraa, Suriah bagian selatan, yang diakibatkan oleh "serangan udara dari pihak yang tidak diketahui".
Pemerintah Suriah juga mengatakan pada hari Senin bahwa Yordania tidak berkoordinasi dengannya sebelum melancarkan serangan mematikan di selatan negara itu sebagai balasan atas serangan jihadis yang menewaskan banyak orang di sebuah gereja pekan lalu.
Pernyataan pemerintah Suriah yang disiarkan oleh kantor berita negara SANA mengatakan "tidak ada koordinasi sebelumnya dengan pihak Suriah terkait operasi militer" oleh Yordania, menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki serangan tersebut dan mendiskusikannya dengan pihak berwenang.
Seperti diketahui, pada hari Jumat lalu waktu setempat, sejumlah pria bersenjata menewaskan sembilan orang saat berlangsungnya upacara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, yang terletak di desa Hammoud, Kegubernuran Karak, Yordania bagian selatan.
Karak merupakan tempat tinggal bagi komunitas Kristen yang cukup besar di Yordania-negara dengan mayoritas penduduk Muslim-di mana umat Kristen mencakup sekitar dua hingga tiga persen dari total populasi.
Direktur Keamanan Publik Mayor Jenderal Abdullah al-Maaytah menyebutkan identitas ketiga tersangka tersebut, yakni Hazza Zaidan Mohammed, Meshal Zaidan Mohammed, dan Ahmad Sami Hussein. Ketiga orang tersebut, dua di antaranya bersaudara, sementara satu lainnya memiliki hubungan kekerabatan melalui pernikahan, terpojok di sebuah rumah terbengkalai. Mereka sempat membarikade diri di dalam rumah tersebut dan melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan.
"Ketiga orang tersebut mengalami luka-luka. Mereka telah dibawa ke rumah sakit dan saat ini masih dalam perawatan," ujar Maaytah dalam sebuah konferensi pers.
(maa/maa)






Komentar (0)