NEW DELHI — Ribuan orang dievakuasi di sepanjang pesisir timur India dan sejumlah layanan kereta api dibatalkan pada Selasa (27/10/2026), sehari sebelum siklon dahsyat diperkirakan akan mendarat dengan membawa angin kencang serta hujan lebat, demikian diungkapkan pihak berwenang.
Di negara tetangga, Nepal, pihak berwenang memperingatkan para wisatawan agar tidak bepergian ke daerah dataran tinggi. Kekhawatiran muncul bahwa Siklon Arnab dapat memicu hujan deras, badai salju, dan longsor di wilayah Himalaya mulai Kamis (29/10/2026) malam hingga Sabtu (31/10/2026).
Risiko ini muncul saat negara pegunungan tersebut baru mulai pulih dari bencana banjir bandang mematikan pada Agustus lalu yang menelan sekitar 1.500 korban jiwa.
Menurut Badan Meteorologi India pada Selasa, Siklon Arnab—yang terbentuk di atas Teluk Benggala—telah menguat sejak Senin (26/10/2026).
Badai tersebut diperkirakan akan mencapai daratan di negara bagian pesisir selatan, Andhra Pradesh, pada Rabu pagi dengan membawa angin kencang dan hujan deras ke sejumlah wilayah di negara bagian tersebut serta negara bagian tetangganya, Odisha.
Hingga Senin malam, hampir 50.000 orang telah dipindahkan dari daerah-daerah rawan ke tempat penampungan, dari total sekitar 400.000 orang yang diperkirakan perlu dievakuasi, ujar Prakhar Jain, Direktur Pelaksana Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Andhra Pradesh, kepada Reuters.
"Proses evakuasi masih terus berlangsung," tambah Jain.





Komentar (0)