JAKARTA, DISWAY.ID - Babel Policy Forum 2026 memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir.
Meski demikian, berbagai program dan kebijakan pemerintah dinilai masih perlu dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Babel Menilai, Indonesia Maju” yang digelar Babel Mendunia di Sun Hotel Pangkalpinang, Senin, 26 Oktober 2026.
Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membahas pelaksanaan kebijakan nasional sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap pembangunan daerah.
Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bangka Belitung sekaligus penggagas Babel Policy Forum 2026, Ahmad Rama Afrizal, menyampaikan bahwa capaian pemerintah di berbagai bidang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan program juga perlu diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Capaian pemerintah selama dua tahun ini patut diapresiasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana berbagai program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk di Bangka Belitung,” ujar Rama.
Sejumlah isu yang dibahas dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran meliputi ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, investasi, infrastruktur, dan kesehatan.
Berdasarkan laporan pemerintah yang dipublikasikan pada Oktober 2026, Indonesia mencatat capaian swasembada pada delapan komoditas pangan dengan cadangan pangan mencapai 5,2 juta ton. Sementara itu, program MBG dilaporkan telah menjangkau 62 juta penerima manfaat.
Di bidang investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026. Investasi tersebut dilaporkan menyerap 5.485.944 tenaga kerja.
Menurut Rama, angka-angka tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekonomi lokal dan perluasan kesempatan kerja. Dengan begitu, pertumbuhan investasi dan pelaksanaan program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi atau banyaknya program yang dijalankan. Ukuran keberhasilannya juga harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja,” katanya.
Pertambangan Timah dan Ekonomi Biru Jadi SorotanSelain membahas kebijakan nasional, Babel Policy Forum 2026 menyoroti arah pembangunan ekonomi Bangka Belitung yang selama ini memiliki keterkaitan kuat dengan sektor pertambangan timah.
Pengelolaan sumber daya alam menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait keberlanjutan lingkungan dan dampak kegiatan pertambangan terhadap kehidupan masyarakat. Aspek-aspek tersebut dinilai perlu dipertimbangkan dalam merumuskan strategi pembangunan daerah untuk jangka panjang.
Di sisi lain, Bangka Belitung memiliki peluang untuk mengembangkan sektor kelautan dan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Potensi perikanan dan kawasan pesisir dapat dimanfaatkan untuk memperluas kegiatan usaha serta membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pengembangan sektor tersebut, menurut pembahasan dalam forum, perlu disertai tata kelola yang baik. Dengan demikian, peningkatan aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)