Telkom Siapkan Transformasi Jaringan Berbasis AI

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Telkom Indonesia siap melakukan transformasi infrastruktur jaringan dari yang sebelumnya berfokus pada konten (content-centric) menjadi berbasis kecerdasan buatan (AI-driven network).
 
Director of Network PT Telkom Indonesia Budi Satria mengatakan konektivitas di era AI memiliki kompleksitas yang jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Jaringan tidak lagi sekadar mengantarkan konten ke pengguna akhir, melainkan menghubungkan antar-komputasi secara terdistribusi.
 
"Di dalam content-centric network, pada dasarnya hanya bagaimana Anda menyampaikan konten lebih dekat ke pengguna. Di era AI, kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana menyampaikan semua ini ke pengguna atau users, tetapi kita juga berbicara tentang compute-to-compute," ujar Budi Satria dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.  
 
Ia menjelaskan kebutuhan kapasitas dan latensi pada era AI sangat bergantung pada fase pemanfaatan. Fase training membutuhkan kapasitas pita lebar (bandwidth) yang sangat besar, sedangkan fase inference menuntut latensi rendah untuk pengambilan keputusan secara real-time.
 

Baca Juga :

BP BUMN Dorong Danantara Selaraskan Bisnis Peruri dan Telkom

(Gedung Telkom. Foto: dok Telkom)

  Perkuat resiliensi dan keamanan jaringan  
Selain kapasitas dan latensi, Budi menekankan pentingnya membangun resiliensi atau ketahanan jaringan, khususnya pada rute konektivitas internasional. Menurut dia, perkembangan geopolitik dan era AI menuntut penyedia jasa telekomunikasi memiliki ketahanan geografis (geographical resilience).
 
"Dahulu kita hanya berbicara memiliki dua rute konektivitas itu sudah cukup. Namun hari ini, sebagian besar membutuhkan empat hingga lima rute. Mereka juga perlu mempertimbangkan ketahanan geografis," tambah Budi.  
 
Untuk mendukung hal tersebut, Telkom tengah menyiapkan berbagai proyek sistem kabel laut internasional guna memperkuat konektivitas Indonesia langsung ke berbagai kawasan regional, seperti Timur Tengah, Eropa, Australia, Asia Utara, hingga Amerika Serikat. Upaya ini sekaligus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu titik hub internasional di Singapura.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saham Suami Puan Maharani Melejit, BUVA Klarifikasi ke BEI soal Rights Issue 50 Miliar Saham Baru
• 6 jam lalu
0
thumb
1000+ Nickname ML Keren 2026, Aesthetic, Simbol, 4 Huruf, dan Couple
• 20 jam lalu
0
thumb
Analis Beberkan Penyebab IHSG Anjlok 2,39 Persen Jelang Penutupan Sore Ini
• 2 jam lalu
0
thumb
Hylo Open 2026: Bagaimana Peluang Jonatan Christie Pertahankan Gelar?
• 21 jam lalu
0
thumb
Bos Persib Minta Bobotoh Tak Terprovokasi Usai Kasus Penyerangan Suporter di Bogor
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.